Home Profil Pemerintah Provinsi dan DPRD NTT Diskusi Visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera

Pemerintah Provinsi dan DPRD NTT Diskusi Visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera

108
0
SHARE

ADVETORIAL

Kupang, terasntt.com — Dalam rangka mempertajam dan menyamakan perspektif visi  NTT Bangkit Menuju Sejahtera, digelar  Forum Diskusi dan Dialog Program-Program Strategis Pembangunan Tahun 2018-2023 antara Gubernur dan Wakil Gubernur dengan DPRD Provinsi NTT. Kegiata tersebut dilaksanakan di  Hotel Aston,Kupang,  beberapa waktu lalu.

Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH, M.Si, Wakil Gubernur, Drs. Josef A. Nae Soi, MM, Ketua DPRD NTT, Hj. Anwar Pua Geno, SH, Wakil Ketua, Yunus Takandewa beserta 28 orang anggota DPRD dari berbagai fraksi serta pimpinan Perangkat Derah Pemerintah Provinsi NTT dengan moderator  Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing.

Sekda NTT dalam pengantarnya menegaskan forum tersebut digagas untuk memperkuat kemitraan dan meningkatkan kesepahaman dalam rangka pembangunan lima tahun ke  depan. Terutama memperkuat sinergi menuju NTT Bangkit Menuju Sejahtera.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengapresiasi  kehadiran pimpinan dan anggota DPRD NTT dalam forum bermartabat tersebut.  Membuktikan adanya dukungan   positif karena  membangun NTT adalah tanggung jawab bersama.

“Kami sangat senang kita bisa berkumpul di forum ini. Untuk berdiskusi secara terbuka dan gamblang apa mimpi kita ke depan. Kita mesti punya komitmen bersama untuk membangun NTT. Marilah kita mulai gerak langkah perubahan dengan menghargai waktu,” ajak Gubernur Viktor.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu memaparkan dasar dari visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera. Kondisi NTT dengan keadaan termiskin kelima , Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah ketiga di Indonesia, tidak maksimalnya pengelolaan lahan kering dan kesulitan lainnya membutuhkan lompatan besar dan hebat.

“ Bangkit menuju sejahtera berarti bicara tentang energi. Kita harus kerja serius dan luar biasa. Tidak hanya keluar keringat tapi juga keluar darah.  Misinya adalah pembangunan  inklusif. Siapapun boleh terlibat selama tidak mengganggu keuangan daerah,” tegas Viktor.

Menurut Viktor Laiskodat, program utama yang menjadi lokomotif utama  ekonomi NTT lima tahun ke depan adalah pariwisata.  NTT memiliki  keindahan yang atraktif dan unik baik dari alam maupun budayananya.

“Kita punya pulau yang sangat indah. Setiap hari dunia menyatakan takjub dan kagum. Ragam budaya, bahasa dan suku di NTT sangat unik dan eksotik, berbeda dengan daerah lainnya,” jelas Viktor Laiskodat.

Lebih lanjut Viktor menjelaskan, pariwisata telah menjadi kekuatan ekonomi dunia dewasa ini. Pariwisata mempunyai kait mengait dengan berbagai sektor lainnya dengan prinsip lima A yakni Atraktif, Aksesibilitas, Amenitas, Akomodasi dan Awareness, pariwisata berkaitan dengam banyak hal.

“ Bicara tentang pariwisata berarti bicara tentang  jalan, hotel, tempat makan, tempat parkir,souvenir,  wc, toilet, budaya hidup bersih dan lainnya. Rantai pasok untuk pariwisata terutama makanan berhubungan dengan pertanian, perkebunan, energi, perikanan dan lain sebagainya. Pasokan kebutuhan pariwisata mestinya dapat kita sediakan sendiri.  Harus ada desain yang jelas terkait dengan hal ini. Juga tim kerja lapangan yang  mengerti persoalan, inovatif  dan  giat mencari solusi,” tegas Viktor.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Viktor membeberkan tiga kebijakan prioritas  atau quick wins yakni moratorium Tenaga Kerja Migran asal NTT, moratorium tambang dan pencegarah stunting. Terkait moratorim TKI, Viktor menyatakan kebijakan tersebut dilakukan untuk menghindari pengiriman tenaga kerja  yang tidak profesional . Pengetahuan bahasa, budaya dan keterampilannya sangat rendah. Dalam masa  moratorium ini,  Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) dapat memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) mereka untuk latih tenaga  tenaga-tenaga profesional bagi kebutuhan pemerintah Provinsi NTT. Pemerintah Provinsi siap menanggulangi pembiayaannya.

“ Adalah sangat kontadiktif.  Mimpi untuk bangkit menuju sejahtera membutuhkan tenaga produktif,bukan sebaliknya mengirimkannya ke luar. Kita juga mau benahi sistem data dan informasi terutama di desa. Kita ajak beberapa radio untuk  sosialisakan  kebijakan pemerintah daerah. Juga menampung informasi tentang calo TKI Ilegal. Kita ingin benahi sistem dengan moratorium ini sambil mempersiapkan tenaga profesional yang jawab kebutuhan pasar ,” jelas Viktor Laiskodat.

Gubernur Viktor juga menegaskan, NTT tidak cocok untuk pengembangan tambang. Ia memastikan tidak akan lagi mengeluarkan izin tambang baru. Kecuali  tambang pasir dan batu untuk kepentingan umum dan masyakarat luas. Perusahaan tambang yang sudah clear and clean dari sisi hukum diwajibkan untuk menyiapkan dana reklamasi sebagai jaminan.

“ Kita mau memastikan bekas pertambangan itu harus direklamasi. Biaya reklamasi akan dihitung bersama pemerintah provinsi. Dia harus tempatkan dana reklamasi itu di Bank NTT. Enam bulan setelah selesai penambangan dan dia tidak mau reklamasi, kita tinggal cairkan dana reklamasi. Yang tidak clear and clean, kita berhentikan,” tegas Viktor.

Tentang penanganan stunting , Viktor menawarkan pendekatan yang komprehensif. Tidak hanya berkaitan dengan gizi buruk, melainkan juga menyasar rumah layak huni.  Perlu intervensi  bersama pemerintah pusat dan kabupaten/kota dalam menuntaskan persoalan rumah tidak layah huni yang mencapai 600 ribuan di NTT dengan target waktu tertentu.

“ Persoalan stunting juga berkaitan dengan asupan makanan secara periodik dan asupan gizinya. WHO telah berhasil mengatasi  gizi buruk di Afrika dengan kelor untuk mengganti susu. Juga kita harus mendesain pangan lokal kita dalam mensuplai asupan gizi di usia emas 0 sampai dengan seribu hari agar tercipta generasi NTT yang sehat dan berkualitas di masa mendatang,” kata Viktor Laiskodat.

Dengan sumber dana terbatas, Gubernur Viktor menjaelaskan akan  memprioritas daerah-daerah yang sangat urgent. Daerah-daerah yang selama ini terpenjara karena infrastruktur sangat memprihatinkan seperti Amfoang, Elar Manggarai Timur, Sumba Timur bagian selatann dan di Alor.

“ Masyarakat di tempat-tempat ini hidup dalam penderitaan. Kita terapi tempat-tempat seperti ini sampai selesai.  Tidak setengah-setengah. Yang lain, yang sudah agak lancar, kita buka lebar-lebar dengan memanfaatkan teknologi. Kita mesti bangun jalan dengan perkiraan sampai 100 tahun ke depan. Jangan bangun jalan hanya pikir untuk lima tahun,” tegas Viktor.

Ajak DPRD Ciptakan sejarah baru
Gubernur mengajak DPRD untuk bersama menciptakan sejarah baru di NTT. NTT bisa berperan aktif dalam menjaga  ruang fiskal nasional dengan komoditi utama yakni garam dan daging. Kedua potensi ini menjadi komoditi strategis nasional yang dapat diisi oleh NTT. Kita punya bank , tim kerja dan lahan.

“ NTT punya kita semua. Kalau kita tidak mati-matian kerja dan tidak punya mimpi besar, kapan kita bisa sejahtera. Kami yakin teman-teman DPRD punya mimpi bersama.Untuk dalam sejarah pembangunan NTT, pernah dalam tahun itu saya menjadi anggota DPRD dan kamilah yang susun anggaran dan mengawal Gubernur untuk bekerja benar.Itulah bagian dari buat sejarah baru di NTT. Kita dipilih sama, kita kerja untuk rakyat bersama-sama,” ajak Viktor.

Gubernur Viktor berharap agar DPRD terus melakukan fungsi pengawasan secara ketat agar program pemerintah daerah dapat berjalan maksimal. DPRD tidak boleh diam. Demokrasi harus jalan, DPRD harus melakukan kritik konstruktif.

“ Saya manusia yang tidak antikritik karena saya besar dengan kritik dan penghinaan. Kritik konstruktif artinya kalau desain seperti ini, maka jalannya harus begini. Dengan pengawasan seperti ini, kami pemerintah daerah dapat sunguh-sungguh berjaga-jaga,” pungkas Viktor Laiskodat.

Ketua DPRD NTT , Anwar Pua Geno mengungkapkan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut. Karena memiliki peran strategis dalam membangun kemitraan yang kritis konstruktif.

“ Sesungguhnya  forum seperti ini diadakan atas masukan dari teman-teman DPRD untuk menggali lebih dalam visi dan misi dari Gubernur dan Wakil Gubernur baru. Karena kalau di ruangan dewan, kita dibatasi oleh protokoler, formalitas serta keterbatasan lainnya,” jelas Anwar Pua Geno.

Pimpinan dan anggota dewan yang hadir pada kesempatan tersebut mengapresiasi mimpi besar NTT Bangkit menuju sejahtera. Lembaga dewan berharap, apa yang menjadi visi, misi dan program strategis dan unggulan dapat diimplementasikan ke seluruh NTT melalui peran kepala daerah di tingkat kabupaten/kota. Dewan berharap agar rapat koordinasi antara Gubernur dan Wakil Gubernur dengan para Walikota/Bupati dapat segera direalisasikan.

“ Ini menjadi dasar kita dalam dalam mempersiapkan Ranperda RPJMD 2018-2023. Kalau bisa bulan November akhir, Perda ini bisa diselesaikan. Pada prinsipnyanya, lembaga legislatif mendukung penuh visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk membawa NTT lebih cepat sejahtera lewat pelaksanaan  tiga dewan fungsi dewan secara proporsional,” jelas Anwar Pua Geno.

Dalam kesempatan tersebut, ada sekitar 22 orang anggota dewan yang memberikan masukan, kritikan dan anjuran agar Visi NTT Bangkit Menuju sejahtera semakin tajam dan menjawab kebutuhan masyarakat NTT.(*/mas)

Berikan Komentar Anda.