Home Daerah Pengelolaan Sampah, Nalle : Masih Ada yang Buang Sampah di Got

Pengelolaan Sampah, Nalle : Masih Ada yang Buang Sampah di Got

60
0
SHARE

Kupang, terasntt.com — Kesadaran warga Kota Kupang menjaga kebersihan masih perlu ditingkatkan. Pasalnya hingga saat ini masih ada oknum warga yang membuang sampah rumah tangganya di saluran drainase.

Hal itu dikemukakan Ketua P4S Karya Agri Batuplat, Rony Nalle saat berbincang dengan wartawan di kediamannya, Kamis (12/9/2019) siang.

“ Sampai saat ini masih ada yang buang sampah di got. Ini berkaitan dengan prilaku oknum yang belum sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan,” kata Rony.

Prilaku yang menyimpang itu demikian Rony, selain menyebabkan menyebabkan penyumbatan drainase juga menimbulkan pencemaran lingkungan.

“ Populasi sampah yang dibuang di saluran memang tidak banyak tapi perlu penyadaran secara terus menerus. Karena pembuangan sampah secara sembarangan menimbulkan banyak dampak,”katanya.

Menurutnya, penanganan masalah sampah perlu mendapat perhatian serius semua pihak baik pemerintah, swasta maupun warga.

“Diharapkan adanya sosialisasi secara intens kepada seluruh warga,” katanya.

Khusus di Batuplat kata Rony, sejak beberapa tahun lalu pihaknya secara rutin mengelola sampah buangan warga menjadi produk yang bergharga baik pupuk maupun pestisida.

“Sampah kalau dikelola secara baik membawa banyak manfaat. Untuk sector pertanian, kami lebih menggunakan sampah sebagai pupuk organic dan pestisida,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Kupang, Yery Padji Kana yang ditemui secara terpisah mengatakan, pihaknya terus mendorong warga untuk menangani sampah mulai dari rumah tangga.

Persoalan sampah kata Yery, telah menjadi persoalan yang mendunia sehingga perlu mendapat perhatian serius seluruh pihak.

Saat ini kata Yery, pihaknya mendorong warga untuk mengelola sampah menjadi produk berharga terutama pupuk.

“ Kami sudah menggelar pelatihan membuat pupuk dari sampah-sampah organik. Pelatihan ini merupakan salah satu langkah pemerintah mendidik warga,” terangnya.

Hingga saat ini ungkap Yery, diperkirakan 6,88 persen dari total produksi sampah di Kota Kupang yang mencapai 226,705 Kg per hari tidak terangkut hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak.

“Kita sangat mengharapkan agar warga dapat mengelola sampah di rumah tangganya masing-masing,” katanya.(V5)

Berikan Komentar Anda.