Home Daerah Pengurus Dianggap Boneka, Kegiatan BUMDes Oelet Diambil Alih Kades

Pengurus Dianggap Boneka, Kegiatan BUMDes Oelet Diambil Alih Kades

559
0
SHARE

Soe, terasntt.com — Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Oelet, Kecamatan Amanuban Timur Kabupaten Timor Tengah Selatan(TTS) telah diangkat dengan surat keputusan kepala desa tahun 2018. Semua kegiatan BUMDes diambil alih Kades MN. Tapoin sementara Andi Anin bersama pengurus lain hanya dianggap sebagai boneka.

Demikian disampaikan Andi Ani kepada wartawan di Soe, Rabu (21/8/2019).

Bahkan, Anin mengaku beberapa hari lalu didatangi kepala desa untuk meminta buku rekening dan stempel BUMDes, namun ia tidak menyerahkan karena tidak pernah mengajukan proposal kepada kepala desa untuk kegiatan BUMDes.

Menurutnya ada konfirmasi dari bank NTT, bahwa akan ada dana masuk ke rekening BUMDes namun sebagai ketua bersama anggota lainya tidak tahu, karena memang sejak diangkat menjadi ketua tidak pernah mengajukan proposal kegiatan kepada kepala desa.

Ia mengatakan, sejak tanggal 1/1/2019 hanya melanjutkan kegiatan usaha yang sudah ada dan belum ada pengajuan proposal lagi.

” Selama ini tidak ada laporan dari Burhan Taek selaku pengurus bidang kegiatan,” ujarnya.

Kemarin kepala desa minta buku rekening dan stempel BUMDes,katanya ada permintaan dari atas (bank). Padahal saya tidak pernah ajukan proposal tapi tiba – tiba mau pencairan dana,” lanjutnya.

Anin menduga kepala desa sengaja tidak melibatkan dirinya sebagai ketua bersama pengurus lainnya karena akan dikelola sendiri oleh sang kepala desa.

” Mungkin kami dianggap boneka,” ujarnya kesal.

Kepala desa Oelet M.N. Tapoin,S.Sos saat dikonfirmasi membenarkan telah menetapkan Andi Anin sebagai ketua BUMDes, namun di kain sisi ia mengatakan Anin bukan warga Oelet.

Pantauan wartawan surat keterangan domisi Andi Anin ditandarangani oleh kades Tapoin sendiri.

Terkait pengelolaan usaha BUMDes Tapoin mengatakan, bahwa Anin hanya merasa iri dengannya sehingga mencari alasan dan selama melanjutkan usaha sebelumnya tidak menghasilkan apa-apa.

Ketika ditanya kenapa tidak dilakukan evaluasi atau memberhentikan yang bersangkutan jika tidak produktif, ia mengaku baru berpikir ke arah sana.(sys)

Berikan Komentar Anda.