PKK dan Posyandu diminta Kolaborasi dengan BKKBN

PKK dan Posyandu diminta Kolaborasi dengan BKKBN

142
0
SHARE
Foto : Istimewa

KUPANG, Terasntt.com — Segenap kader PKK dan Posyandu diminta untuk melakukan kerja sama mengatasi masalah kependudukan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

” Saya berharap segenap kader PKK dan Posyandu serta BKKBN NTT untuk berkolaborasi mengatasi derajad kesehatan masyarakat di NTT,” kata Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, saat membuka Jambore Kader Posyandu dan Kader PKK tingkat provinsi NTT tahun 2017, di halaman Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin (11/9/2017).

Dikatakan Lebu Raya, kerja sama antara Posyandu, PKK dan BKKBN sangat penting untuk menekan angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Termasuk dalam upaya perbaikan gizi anak – anak agar dapat tumbuh sehat.
” Saya minta perhatian pada gizi anak. Makanan yang diberikan kepada anak tidak harus nasi, tapi berbagai jenis pangan dapat diolah dengan baik menjadi makanan bergizi,” kata Lebu Raya.

Menurutnya, pertumbuhan anak harus dijaga dengan baik. Sebab, anak yang juga generasi penerus bangsa memerlukan perhatian serius dari orangtua terutama dari aspek kesehatan.

” Anak kita perlu diberikan perhatian berkaitan dengan pertumbuhan dan kesehatan. Karena mereka generasi penerus bangsa yang akan menghadapi tantangan yang lebih sulit dari kita saat ini,” ujar Lebu Raya.

Sementara Ketua Tim Penggerak (TP) PKK NTT, Lusia Adinda Lebu Raya, mengatakan kegiatan Jambore Kader Posyandu dan PKK adalah suatu bentuk pembinaan sekaligus motivasi dan penghargaan bagi para kader Posyandu dan kader PKK berprestasi di 22 kabupaten/kota untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa menuntut imbalan atau upah dari pemerintah. Sehingga kegiatan jambore ini bukan semata kegiatan tahunan tapi menjadi ajang bagi para kader untuk sharing bersama.

” Mengingat program Millenium Development Goals (MDGs) telah berakhir di tahun 2015 dan dilanjutkan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) maka kegiatan jambore ini dirancang agar para kader Posyandu dan kader PKK dapat mengikuti berbagai kegiatan termasuk panel diskusi yang dapat meningkatkan kapasitasnya,” kata Adinda.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Gubernur NTT, Benny A. Litelnoni, Wakil Ketua TP PKK NTT, Fransisca Litelnoni bersama unsur Forkopimda NTT dan Pimpinan OPD tingkat provinsi NTT.

Acara pembukaan Jambore kader Poyandu dan kader PKK, diawali dengan defile para kader dari 22 kabupaten/kota se NTT.

Sedangkan kegiatan yang dilombakan sejak 10 – 13 September 2017, meliputi lomba pidato antar ketua dan sekretaris TP PKK, lomba penyuluhan diikuti para kader, lomba ketrampilan pengisian kartu pemantauan bayi dan lomba penyuluhan kepada orang tua bayi.

Disertai penyerahan bantuan secara simbolus KIT permainan ular tangga untuk perilaku hidup bersih dan sehat serta permainan Aku Bangga Aku Tahu tentang HIV.(*/mas)

Berikan Komentar Anda.