PKK Menjadi Penggerak Kebersihan Lingkungan

PKK Menjadi Penggerak Kebersihan Lingkungan

228
0
SHARE
Foto : Istimewa

KUPANG, Terasntt.com — ” Kelibatan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteran Keluarga (TP. PKK) dalam menjaga lingkungan hidup merupakan pilihan tepat. Salah satu dari 10 program PKK adalah melestarikan lingkungan hidup. Selain itu, organisasi ini juga memiliki struktur yang jelas sampai tingkat terendah yakni dasawisma. Karena itu, saya berharap agar ibu-ibu PKK dapat menjadi penggerak dalam menjaga kebersihan lingkungan,” kata Gubernur NTT, Frans Lebu Raya saat mengukukan Ketua TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT Peduli Lingkungan di Aula Utama El Tari, Kupang Rabu (13/9/2017).

Lebu Raya mengisahkan, bahwa ia bersama Gubernur Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, Banten dan Jawa Barat, menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi pada Selasa (12/9/2017) untuk membahas isu kekeringan yang terjadi di enam daerah ini.

Ia mengakui, sumber mata air di NTT semakin berkurang dan menyusut. Karena itu upaya rehabilitasi dan rekonstruksi lingkungan hidup mesti terus digalakan oleh semua pihak.

“ Kalau kekuatan PKK yang besar ini mampu diberdayakan, tentu akan sangat membantu upaya pelestarian lingkungan hidup. Ibu-ibu biasanya sangat telaten dan serius bila dipercayakan untuk menangani suatu hal. Mulailah dari lingkungan rumah tangga. Limbah dan sampah rumah tangga harus dikelola dan dipisahkan dengan baik agar menghindari dampak kerusakan lingkungan,” katanya sembari menghimbau masyarakat agar tidak membuang sampah plastik ke laut karena akan membahayakan ekosistem laut terutama ikan.

Lebih Gubernur dua periode tersebut mengharapkan agar PKK melakukan upaya edukasi dan mendorong upaya pengadaan tempat sampah di lokasi-lokasi strategis.

Menurut Lebu Raya, upaya menjaga kebersihan lingkungan sangat erat kaitannya dengan upaya Pemerintah Provinsi NTT dalam mengembangkan Pariwisata.

“ Pariwisata berhubungan erat dengan kebersihan, keteraturan dan kenyamanan. Wisatawan akan tertarik mengunjungi suatu obyek wisata bila kebersihan dan keasriannya dipelihara. Harus diingat juga bahwa sampah tidak hanya menjadi masalah tapi juga bisa menjadi suatu peluang ekonomi bila mampu diolah dengan baik. Sampah-sampah plastik dapat diolah menjadi hasil kerajinan tangan yang menarik,” ujar Lebu Raya sembari mengingatkan agar upaya pengukuhan tersebut ditindaklanjuti dengan program-program konkret guna melestarikan lingkungan.

Sementara, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Regio Bali dan Nusa Tenggara, Rijalluzaman mengungkapkan, NTT merupakan Provinsi kedua setelah Bali dari 34 Provinsi di Indonesia yang telah melakukan upacara Pengukuhan TP PKK Peduli Lingkungan.

“ Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Ketua TP PKK pada tahun 2014. Upaya ini merupakan salah satu langkah pelibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup. Bekerjasama dengan Bappeda NTT, Dinas Lingkungan Hidup NTT dan Universitas Nusa Cendana Kupang, P3E Wilayah Bali Nusra juga sedang menyusun Dokumen Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Provinsi NTT,” jelas Rijal.

Ia juga mengapresiasi banyaknya pendekar kalpataru setiap tahunnya dari NTT.

Demikian juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup NTT, Benyamin Lola, dalam laporannya mengatakan kegiatan pengukuhan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan peran serta lembaga sosial dan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“ Upaya ini diharapkan dapat menghasilkan kader-kader peduli lingkungan yang handal dan bertanggung jawab,” pungkas Lola.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur NTT melantik Ibu Lusia Adinda Lebu Raya sebagai Ketua TP PKK Peduli Lingkungan Provinsi NTT.

Selanjutnya, Ketua TP PKK Peduli Lingkungan mengukuhkan Ketua TP PKK Peduli Lingkungan Kabupaten/Kota se-NTT.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Unsur Forkompinda Provinsi NTT, Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ketua/Utusan TP PKK Kabupaten/Kota se-NTT, Pejabat dari P3E Regio Bali dan Nusa Tenggara, insan pers dan undangan lainnya.(*/mas)

Berikan Komentar Anda.