Home Nasional Plan Indonesia Kembalikan Keceriaan Anak Dampak Gempa Lombok

Plan Indonesia Kembalikan Keceriaan Anak Dampak Gempa Lombok

239
0
SHARE

Jakarta, Terasntt.com – Dalam upaya mengembalikan keceriaan anak-anak yang terdampak gempa Lombok serta
dalam rangka memeriahkan HUT Indonesia yang ke-73, Yayasan Plan International Indonesia (YPII) bersama mitra Yakkum Emergency Unit (YEU), melakukan kegiatan di Dusun Montong Kemuning, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Jumat (17/8/2018).

Kegiatan ini merupakan bagian dari aktivitas psikososial yang dilakukan Yayasan Plan International Indonesia sebagai lanjutan dari respons darurat yang telah dilakukan sebelumnya.

“Kami ingin anak-anak tetap dapat ceria dan menikmati kemeriahan 17 Agustus dengan bermain, bernyanyi, atau
mendengarkan dongeng, sama seperti anak-anak di tempat lain. Sangat penting bagi anak-anak ini untuk dapat
menikmati masa kanak-kanak mereka dengan penuh kegembiraan dan mendapatkan hak mereka sebagai anak, di antaranya hak bermain,” ujar Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, yang hadir dan ikut bermain bersama anak-anak.

Lebih lanjut, Dini menjelaskan bahwa pihaknya mengajak para relawan berpartisipasi, salah satunya adalah Shanna Shannon, yang kini didaulat menjadi Sahabat Plan, serta Anabel, seorang pendongeng cilik.

Sekitar 112 anak yang hadir larut dalam kegembiraan dan antusiasme di sepanjang acara yang berlangsung sejak siang hingga sore hari.

Selain bersemangat mengikuti aneka perlombaan khas 17 Agustusan, anak anak terlihat sangat menikmati dongeng yang dibawakan Anabel bersama kedua orangtuanya yang juga pendongeng dan kerap membawakan dongeng di berbagai kegiatan.

“Aku senang bisa ikut mendongeng untuk teman-teman di Lombok, jadi
mereka juga bisa senyum terus,” ungkap Annabel.

Ia mengatakan dirinya tidak berpikir panjang ketika diajak mendongeng
untuk anak-anak di Lombok Utara. Bersama ibu dan bapaknya, Anabel membawakan kisah Putri Pertiwi yaitu bercerita tentang seorang putri yang gemar menolong dan selalu bersemangat.

Melalui dongeng yang dibawakan, Anabel ingin membangkitkan semangat anak-anak di Lombok yang baru saja mengalami bencana gempa bumi.

Kehadiran Shanna Shannon menambah semarak suasana dengan kelincahannya mengajak anak-anak untuk bernyanyi
bersama. Sebanyak 3 (tiga) lagu dibawakan Shanna. Ia juga berkolaborasi dengan Anabel.

“Teman-teman di Lombok pintar-pintar dan semangat semua bernyanyinya,” ungkap Shanna yang tak segan membagikan cerita dan rahasianya
berlatih olah vokal. Ia juga mengaku sudah mendapat banyak teman baru meskipun baru berada di Lombok selama satu hari.

Kegiatan bertajuk #KembaliCeriakanLombok yang digelar dalam momentum HUT RI tersebut merupakan bagian dari kegiatan psikososial yang akan dilakukan berkelanjutan dengan dibangunnya Ruang Ramah Anak (RRA) di kawasan
Lombok Utara.

“RRA bertujuan untuk memberikan ruang yang memadai, aman, ramah, dan memperhatikan kebutuhan
anak secara khusus bagi anak-anak, terutama anak perempuan,” Dini menjelaskan lebih lanjut.

Kebutuhan ini menurutnya dinilai mendesak agar anak-anak dapat segera memiliki tempat yang aman dan sesuai kebutuhan untuk mendukung
aktivitas anak, khususnya dalam belajar. Dalam pembangunan dan pengelolaan RRA, Yayasan Plan International
Indonesia menggandeng Yakkum Emergency Unit (YEU), salah satu mitra lokalnya.

Ruang Ramah Anak tersebut kelak akan dibangun di 6 (enam) titik di Kecamatan Bayan. “Saat ini kami masih melakukan
tinjauan di masing-masing lokasi serta kebutuhan untuk masing-masing RRA sehingga nantinya akan sesuai dengan
kebutuhan anak di setiap lokasi,” ungkap Dini. Setiap unit RRA akan dilengkapi dengan peralatan belajar dan mainan
edukatif sesuai kebutuhan anak-anak di areanya tersebut.

Rencananya RRA akan dibangun hingga enam bulan mendatang dan selanjutnya akan diserahterimakan kepada masyarakat setempat untuk dikelola dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan. “Kami berharap RRA dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar sementara untuk anak-anak sehingga mereka bisa terus belajar dengan baik dan tidak terkendala fasilitas,” pungkas Dini.

Gempa yang mengguncang Lombok beberapa waktu lalu menyebabkan berbagai fasilitas umum mengalami kerusakan berat, termasuk bangunan sekolah yang menyebabkan terhentinya aktivitas belajar-mengajar di sejumlah wilayah.

Data BNPB pada 16 Agustus menyebutkan setidaknya ada 716 unit fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan; terdiri dari 124 PAUD, 384 SD, 99 SMP, 54 SMA, 48 SMK, dan 7 SLB. Setiap unit RRA yang dibangun diharapkan dapat menjangkau 100 anak yang terbagi dalam tiga kelompok usia, yaitu 4-6 tahun, 7-12 tahun, dan 13-18 tahun.

Kegiatan di RRA nantinya akan disesuaikan dengan anak-anak yang dijangkau, kebutuhan mereka, serta kelompok usianya. (*/tim)

Berikan Komentar Anda.