Home Humaniora Ribuan Warga Kupang Ikuti Pawai Kemenangan Paskah

Ribuan Warga Kupang Ikuti Pawai Kemenangan Paskah

170
0
SHARE

Kupang, Terasntt.com – ribuan umat dari berbagai agama di Kota Kupang dan sekitarnya mengikuti Pawai Kemenangan Paskah, Senin (2/4/2018).

Peserta yang tergabung dalam 72 kelompok pemuda itu mengikuti Pawai Kemenangan Paskah dengan berbagai kreasi dari liturgi masing – masing.

Acara tersebut diselenggarakan BP Pemuda GMIT sebagai agenda tahunan dengan titik start di depan Gereja Anugerah, Jalan El Tari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pawai Kemangan Paskah Pemuda GMIT tahun ini mengusung thema, “Kuasa Kebangkitan Kristus Menjadikan Kita Hamba Kebenaran” dengan sub thema “Bersama Kristus Kita Hidup Spuritualitas Ugahari Demi Keadilan Terhadap Sesama dan Alam Lingkungan”.

Skenario prosesi yang dipentaskan dalam drama liturgi itu difokuskan pada pemberitaan Alkitab mulai dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian baru.

Peran ini dibagi dalam 11 fase,yakni fase kejadian, keluaran, kelahiran, kesengsaraan, kematian, kebangkitan, kenaikan, pentakosta, pekabaran injil ditambah dengan fase pemandu dan barisan puji-pujian Tuhan.

Acara pelepasan pawai Paskah kali ini ditandai dengan pelepasan burung Merpati oleh Sekda NTT, Benediktus Polo Maing, Ketua DPR NTT, Anwar Pua Geno, Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeheskiel Lodoe, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Merry Kolimon dan Ketua Pemuda Sinode GMIT, David Natun.

Momentum Perkuat Refleksi Iman

Sekda NTT, Ben Polo Maing dalam membacakan sambutan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan, pawai paskah tersebut harus dapat dijadikan sebagai momentum memperkuat refleksi iman dan kemenangan dalam kematian dan kebangkitan Yesus.

Polo Maing mengatakan, Pawai Kemenangan Paskah yang digelar setiap tahun oleh Pemuda GMIT ini harus dimaknai sebagai sebuah peristiwa iman yang mendalam tentang misteri penderitaan, kesengsaraan hingga kebangkitan Kristus Yesus.

Sebagai orang yang mengimani Kristus, kata Polo Maing, peristiwa kebangkitan Kristus merupakan peristiwa kemenangan akan maut.

Karena itu, lanjutnya, semua peserta wajib menghayati ini dengan sungguh-sungguh dan bukan sebaliknya mengikuti pawai Kemenangan Paskah ini hanya sekedar hura-hura.

“Bagi pemuda, pawai ini adalah momentum meningkatkan kualitas dan pembaharuan iman sehingga pemuda hadir sebagai agen perdamaian di tengah-tengah masyarakat,” kata Polo Maing.

Sementara Ketua Pemuda GMIT, David Natun mengharapkan momentum pawai kemenangan tahun ini dapat memberi warna tersendiri bagi kaum muda. “Orang muda harus berdampak bagi sesama, bagi bangsa dan daerah,” kata David. (rafael l pura)

Berikan Komentar Anda.