Home Humaniora Sejarah hari ini : Pemilu 1999 Masuk Sejarah Dunia

Sejarah hari ini : Pemilu 1999 Masuk Sejarah Dunia

782
0
SHARE

KUPANG, Terasntt.com -– Setelah Presiden Soeharto dilengserkan dari tampuk kekuasaannya tanggal 21 Mei 1998, jabatan presiden digantikan oleh wakil Presiden B. J. Habibie.

Atas desakan publik pemilu dipercepat untuk hasil-hasil pemilu 1997 dan ternyata baru dilaksanakan 7 juni 1999, atau 13 bulan masa kekuasaan Habibie.

Alasan diadakannya pemilu tersebut untuk memperoleh pengakuan atau kepercayaan publik, termasuk dunia internasional. Pasalnya, pemerintahan dan lembaga-lembaga lain produk pemilu 1997 sudah tidak dipercaya.

Hal tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan sidang Umum MPR untuk memilih presiden dan wakil presiden yang baru. Namun yang terjadi bukan hanya menggantikan keanggotaan DPR dan MPR tetapi masa jabatan Habibie sebagai Presiden dipangkas yang seharusnya berlangsung hingga 2003, suatu kebijakan dari seorang presiden yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebelum penyelenggaraan pemilu yang dipercepat tersebut, pemerintah mengajukan RUU tentang partai politik, tentang Pemilu dan RUU tentang tentang susunan dan kedudukan MPR, DPR, dan DPRD. Draf ini kemudian disetujui oleh DPR dan disahkan menjadi UU, Presiden membentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang anggota-anggotanya adalah wakil dari partai politik dan wakil pemerintah.

satu hal yang sangat menonjol membedakan Pemilu 1999 dengan pemilu-pemilu sebelumnya sejak 1971 tersebut diikuti banyak peserta. Ini dimungkinkan karena adanya kebebasan untuk mendirikan partai politik.

Masuk Sejarah Dunia
Mungkin saat ini, bagi kebanyakan masyarakat Indonesia tidak mengingat peristiwa pemilu itu, namun bagi masyarakat dunia, pemilu 7 juni 1999 tersebut rupanya masuk sebagai peristiwa sejarah. Dalam kolom “Today in History” selain menyebutkan sejarah spanyol dan Portugal menandatangani perjanjian Tordesilas, yang membagi dunia sesuai keinginnan mereka, serta pasukan Israel memasuki Terusan Suez di mesir yakni hari ke dua dalam perang enam hari, juga tertulis jelas 7 juni 1999 Indonesia melakukan pemilu demokratis yang pertama sejak tahun 1955, lebih dari 96 % yang ikut serta dalam pemilu yang di luar dugaan berlangsung damai.

Padahal sebelumnya, media-media asing mepredisikan bahwa penyelenggaraan pemilu 1999 akan menjadi ajang pertumpahan darah serta hanya akan membuat negara Indonesia pecah. Seperti harian “The Japan News” dan “The Yemiru Shimbun” misalnya, memuat berita “diluar dugaan berlangsung secara damai,” saat itu memang ada yang mengatakan kalau pemilu dilakukan secara demikratis, maka akan “berdarah-darah” bahkan ada juga yang menulis, kalau pemilu itu tetap dilaksanakan maka Indonesia akan pecah menjadi negara -negara kecil. Saat itu, banyak selentingan seperti Bali ingin merdeka, Sulawesi ingin merdeka, Papua ingin merdeka dan lain-lain. Namun rupanya, masyarakat Indonesia mampu mengatasinya, kendati pada tahapan perhitungan suara ada 27 partai menolak menandatangani berita acara perhitungan suara dengan dalih pemilu belum Jurdil (jujur dan adil).

Hasil Pemilu 1999

Meskipun masa persipannya tergolong singkat, pelaksanaan pemungutan suara bisa dilakukan sesuai jadwal, yakni 7 juni 1999. Dari hasil keputusan KPU, pembagian kursi itu menyatakan, lima partai besar memborong 417 kursi DPR atau 90, 26 persen dari 462 kursi yang diperebutkan.
Sebagai pemenangnya adalah PDIP, yang meraih 35.689.073 suara atau 33,74 persen dengan perolehan 153 kursi. Golkar memperoleh 23.741.758 suara atau 22,44 persen sehingga mendapatkan 120 kursi dibanding pemilu 1997. PKB dengan 13.336.982 suara 12.61 persen, mendapatkan 51 kuris. PPP dengan 11.329.905 suara atau 10,71 persen, mendapatkan 58 kursi atau kehilangan 31 kursi dibanding pemilu 1997. PAN meraih7.528.956 suara atau 7,12 persen, mendapatkan 34 KURSI. Di luar lima besar, Partai lama yang masih ikut, yakni, PDI merosot tajam dan hanya meraih 2 kursi dari pembagian kursi sisa, atau kehilangan 9 kursi dibanding pemilu 1997.

Penulis : Rafael L Pura
Dari berbagai Sumber.

Berikan Komentar Anda.