Sejarah Hari Ini : Revolusi Rakyat Maroko Kalah

Sejarah Hari Ini : Revolusi Rakyat Maroko Kalah

496
0
SHARE

Kupang, terasntt.com – 27 Mei, revolusi rakyat muslim Maroko wilayah Rif dalam melawan penjajah Spanyol dan Perancis, mengalami kekalahan.

Perang Rif, yang juga disebut Perang Maroko Kedua, meletus pada awal tahun 1929-an antara Spanyol dan Perancis melawan suku Berber di wilayah pegunungan Rif di Maroko.

Pemimpin revolusi ini adalah Abdul Karim Rifi. Sebelumnya, selama bertahun-tahun Abdul Karim Rifi telah berjuang melawan Spanyol dan berhasil meraih kemenangan. Kemenangan ini diraih dengan menggunakan taktik gerilya dan merebut senjata-senjata Spanyol.

Kemenangan Abdul Karim Rifi melawan Spanyol ini, rupanya menimbulkan ketakutan di kalangan Perancis sehingga pada tahun 1924, tentara Perancis turun tangan untuk menolong Spanyol, dan tentara Spanyol dalam jumlah besar seketika mendarat di Al Hoceima.

Tujuan Perancis ikut campur dalam membela Spanyol tersebut, adalah untuk mencegah meluasnya kemenangan Abdul Karim Rifi ke wilayah yang diduduki oleh Perancis. Akhirnya, perjuangan Abdul Karim Rifi dan pasukannya mengalami kekalahan setelah terbunuhnya para pemimpin pasukan dan ribuan rakyat muslim kawasan Rif.

Pemimpin pasukan Al Karim dibuang. Kendati kalah, dan Spanyol menang, namun perang ini kemudian memicu kontroversi, sehingga jendral Miguel Primo de Rivera melancarkan Kudeta pada tahun 1923

Pemberontakan Kedua Serbia Melawan Ottoman

Selain kekalahan revolusi rakyat Maroko, tanggal 27 Mei tahun 1230 Hijriah juga mencatat sejarah pemberontakan kedua Serbia melawan imperium Ottoman.

Pemberontakan yang mendapat dukungan dari Rusia ini dipimpin oleh Milos Ubrenovic. Setelah terjadi beberapa kali pertempuran antara Serbia dan Otoman, akhirnya kedua puhak mengadakan perjanjian damai.

Berdasarkan perjanjian ini, Serbia diakui secara resmi sebagai sebuah pemerintahan otonomi di bawah imperium Ottoman dan diizinkan untuk membentuk parlemen sendiri. Namun demikian, imperium Rusia masih terus memprovokasi pemberontakan bangsa-bangsa Balkan terhadap Imperum Ottoman dengan tujuan untuk memperlemah kekuasaan imperium ini.

Perjanjian Tafna Ditandatangani

Tanggal 27 Mei tahun 1837, ditandatangani Perjanjian Tafna, yaitu perjanjian damai antara pemerintah Perancis dengan Amir Abdul Qadir Aljazairi, pemimpin perjuangan kemerdekaan bangsa Aljazair. Amir Abdul Qadir memulai perjuangannya melawan penjajahan Perancis sejak tahun 1832. Perjanjian Tafna berisi penyerahan wilayah barat Aljazair kepada Amir Abdul Qadir. Tujuan Perancis melalui perjanjian ini adalah agar Perancis dapat mengkonsolidasikan kekuatannya dan berkonsentrasi dalam menghadapi perlawanan rakyat di Aljazair timur.

Pada tahun 1840, Abdul Qadir melanggar perjanjian Tafna dan kembali melakukan perlawanan terhadap Perancis. Namun karena kekuatan Perancis yang semakin besar, perjuangan Abdul Qadir terpaksa menelan kekalahan di tahun 1847 dan dengan kekalahan tersebut, Perancis pun berkuasa penuh atas Aljazair.

Penulis : Rafael L Pura
Sumber : Wikipedia

Berikan Komentar Anda.