Setya Novanto Bangkit dari Kursi Roda Usai Diperiksa KPK

Setya Novanto Bangkit dari Kursi Roda Usai Diperiksa KPK

202
0
SHARE
Kondisi ini berbanding berbalik saat dibawa dari RSCM Kencana hingga ke gedung KPK, Setnov masih menggunakan kursi roda. Kuasa hukum Setnov Fredrich Yunadi lantas angkat bicara terkait kondisi kesehatan kliennya tersebut. Ia mengatakan bahwa kaki orang nomor satu Partai Golkar itu masih cidera. Ia mengatakan saat berjalan, Setnov tetap harus dipegangi agar tak terjatuh. "Beliau sebenarnya dalam keadaan masih harus dipegang, kalau enggak pasti jatuh, karena kan cidera kaki," ujar Fredrich kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin dinihari (20/11).

Jakarta, Terasntt.com — Setya Novanto bangkit dari kursi roda usai menjalani pemeriksaan untuk diproses menuju penahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin dini hari (20/11).

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB, Setnov tidak lagi menggunakan kursi roda setelah diperiksa oleh penyidik KPK.

Ia tampak berjalan seperti biasa dan mampu menuruni tangga sendiri dari lantai dua gedung KPK menuju lantai dasar untuk selanjutnya dibawa ke rumah tahanan (Rutan) KPK.

Kondisi ini berbanding berbalik saat dibawa dari RSCM Kencana hingga ke gedung KPK, Setnov masih menggunakan kursi roda.

Kuasa hukum Setnov Fredrich Yunadi lantas angkat bicara terkait kondisi kesehatan kliennya tersebut.

Ia mengatakan bahwa kaki orang nomor satu Partai Golkar itu masih cidera. Ia mengatakan saat berjalan, Setnov tetap harus dipegangi agar tak terjatuh.

“Beliau sebenarnya dalam keadaan masih harus dipegang, kalau enggak pasti jatuh, karena kan cidera kaki,” ujar Fredrich kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin dinihari (20/11).

Fredrich mengatakan dirinya lah yang memaksa Setnov tidak lagi menggunakan kursi roda usai diperiksa penyidik dan dibawa ke tahanan KPK.

“Ini saya paksa di sini (KPK), kita pegang dari kanan-kiri,” katanya.

Fredrich mengklaim hasil pemeriksaan tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan Setnov masih layak menjalani perawatan intensif di RSCM Kencana.

Akan tetapi rekomendasi berbeda muncul dari pihak dokter KPK yang menyimpulkan kliennya tak perlu rawat inap lagi.

“Kenapa beliau sampai hari ini, hari ini tadi ada dokter IDI tadi siang juga sudah dijelaskan. Kemudian kesimpulan dokter IDI itu masih layak,” pungkas Friedrich.

Sebelumnya tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik Setya Novanto telah keluar dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo tempat dia dirawat sejak Jumat (17/11) usai mengalami kecelakaan.

Setnov keluar dari pintu belakang Gedung RSCM yang lama dengan dibantu kursi roda.

Saat keluar wajah Setnov ditutupi kertas putih dan didampingi pengacaranya Fredrich Yunadi. Tampak juga istri Setnov mendampingi, namun keduanya masuk ke mobil berbeda. Setnov masuk ke mobil KPK. (cnn/gil)

Berikan Komentar Anda.