Home Profil Si Cantik Dari Niki – Niki, Pecinta Budaya Dengan Ide & Kreasinya

Si Cantik Dari Niki – Niki, Pecinta Budaya Dengan Ide & Kreasinya

412
0
SHARE

Soe, terasntt.com — Budaya mempengaruhi perilaku manusia dan lewat budaya dapat mencerminkan sikap dan perilaku seseorang dalam hubungan interaksi antara sesama.

Ditengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat berakibat pada lunturnya penggunaan dan pelestarian budaya daerah sendiri terkhusus kaum milenial yang lebih tertarik pada budaya luar, ternyata masih ada anak muda peduli dan cinta budaya sendiri lewat berbagai cara untuk mempromosikan tenun ikat.

Dialah Norci Nomleni, wanita kelahiran Niki Niki,TTS 18/8/1993 ini memulai usahanya mempromosikan motif tenun dan juga mendaur ulang barang bekas berbalut tenunan yang memiliki nilai jual tinggi dan bersaing di pasaran lewat Komunitas Ume Kbubu yang ia didirikan sejak tahun 2017 lalu.

Usaha yang dirintis bukan saja semata-mata untuk kepentingan dirinya tetapi lebih kepada memotivasi kaum milenial untuk tetap mencintai dan menggunakan tenunan daerah karya penenun lokal yang secara tidak langsung sudah membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Namun terlepas dari semua itu, ada sisi lain dari Alumni STAKN Kupang ini,manakala ia selalu ramah dan tersenyum manis menyapa siapapun dalam berbagai kesempatan. Seperti nampak pada penutupan Bursa Inovasi Desa di Oeekam Kecamatan Amanuban Timur, Jumat 2/8/2019 lalu yang mana ia dengan sabar dan santun meladeni permintaan pengunjung Stand Ume Kbubunya untuk berselfie.

Senyuman manis berparas cantik ini selalu mendahului menyapa siapapun dengan santun dan ramah seolah menjadi daya pikat tersendiri dan sulit melewatkan kesempatan untuk berbincang, bahkan berselfie.

Dalam sebuah obrolan ringan,Ci panggilan wanita penyuluh agama di Depag ini mengatakan ia sering diminta memberikan pelatihan bagi ibu – ibu dan kaum muda berbagai komunitas baik di dalam maupun luar TTS dan itu dilakukannya untuk menyebarkan virus cinta budaya sendiri.

Ia pun dikenal luas lewat media sosial karena sering mengupload foto – fotonya mengenakan pakaian adat daerah TTS terkhusus motif Amanuban bahkan pakaian adat di NTT walau ia lebih fokus pada motif Timor.

Tak hanya sebatas mempromosikan pakai adat TTS,lewat ide mendaur ulang barang bekas untuk dijadikan tas, sepatu dan berbagai macam asesoris, karya – karyanya itu juga laris dipasaran karena didesain mengikuti perkembangan jaman.

Alasan itulah, mengapa orang gemar berfoto dengannya dalam setiap kesempatan.

Ketika ditanya tentang hal tersebut,ci mengaku senang dan bangga.

” Adalah suatu kebahagiaan tersendiri karna banyak yang minta foto, mungkin tertarik dengan aktifitas yang sudah saya lakukan,” ujarnya.

Menurutnya budaya orang Timor yang selalu sopan santun,ramah perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari karena hal tersebut juga selaras dengan apa yang sudah diajarkan oleh Firman Tuhan karna itu ketika ia bersikap demikian, itu wajar dan sudah sepatutnya berlaku layaknya orang berbudaya.

Karena itu apa yang telah dilakukan hanya bertujuan untuk memotivasi kaum milenial agar tetap cinta dan lestarikan budaya sendiri, bukan hanya lewat pakaian tetapi juga lewat sikap dan perilaku yang beradab.

Diakhir obrolanya ia juga berharap apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah lewat berbagai upaya termasuk Bursa Inovasi Desa tidak hanya sebatas kata tapi lewat sentuhan dan tindakan nyata untuk memperlancar aktivitas desa, jika perlu berkolabosari dengan para inovator dengan ide – ide pengembangan pembangunan desa.(erik)

Berikan Komentar Anda.