Home Hukrim Sidang perdana  Pemalsuan Surat, JPU Bacakan Dakwaan

Sidang perdana  Pemalsuan Surat, JPU Bacakan Dakwaan

520
0
SHARE

Soe, terasntt.com — Sidang perdana kasus pemalsuan surat  dengan terdakwa WP, 83 tahun menyita perhatian pengunjung yang memadati ruang sidang PN Soe, Kamis (14/11/2018 ). Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Muslih Harsono bersama anggota Putu Baharata dan Putu Dhima Indra ini dengan agenda adalah pembacaan dakwaan JPU.

JPU Santi Efraim dalam dakwaannya mengatakan, bahwa akibat dari perbuatan terdakwa yang dengan sengaja  mengajukan bukti surat tertanggal 6/10/2018 dalam perkara perdata No 06/Pdt.gG./2006/PN. Soe tanggal 5/03/2007 dan perkara perdata No 13/P.dt.G/2017 tanggal 5 Desember tersebut, yang mana dalam kesepakatan antara terdakwa WP dan Thomas untuk penyerahan tanah terdapat tanda tangan tiga orang saksi masing masing  ketua  RT OEneontes Maxi Selan, RT Nuna Th Bell, RT Oenutnanan Urbanus Issu, padahal ketiganya  tidak pernah menandatangani  kesepakatan tersebut.

Sehingga diajukannya surat tertanggal  06/10/2008 tersebut mengakibatkan saksi Maxi Selan,Th Bell, Urbanus Issu merasa dirugikan oleh terdakwa karna memalsukan tanda tangan dan juga keluarga besar Selan merasa dirugikan oleh karna harus mengganti kerugian bangunan yang telah dieksekusi pada tanggal 4/02/2018.

Atas perbuatan tersebut, terdakwa diancam pidana dalam pasal 263 pasal ayat 2 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Menanggapi dakwaan JPU, kuasa hukum terdakwa Yanto Ekon mengatakan tidak mengajukan eksepsi akan melakukan pembelaan  pada saat  pembuktian.

Sementara JPU meminta waktu
satu minggu kedepan untuk menyiapkan bukti  bukti.

Sidang akhirnya ditutup dan akan dilanjutkan pada Kamis pekan  depan tanggal 22/11/2018.(sys)

Berikan Komentar Anda.