Home Daerah Sikapi Ceramah UAS, Ini Pernyataan Sikap FPPKUB TTS 

Sikapi Ceramah UAS, Ini Pernyataan Sikap FPPKUB TTS 

319
0
SHARE

Soe, terasntt.com — Ceramah Ustat Abdul Somad (UAS) yang dinilai melecehkan umat kristiani mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Forum Pemuda Pengawal Kerukunan Umat Beragama (FPPKUB) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menyikapinya dengan membuat pernyataan sikap.

Forum tersebut merupakan gabungan dari pemuda Khatolik, Pemuda Efata Soe, Pemuda TTS, Generasi Muda Nahdatul Ulama dan pemerhati sosial yang dikoordinir oleh Paulus Paparesi dan Yonathan Banunaek.

Pernyataan sikap bersama ini berlangsung di Markas Pemuda TTS, Rental Gelora jalan Hayam Wuruk, Rabu (21/8/2019) dihadiri perwakilan masing – masing ormas yaitu Alexander Tamonob (Pemuda Khatolik),Rens Benu (Pemuda Efata),Yohanis Naat (Pemerhati Sosial), Mahrit Sakan ( Generasi Muda NU Cabang TTS).

FPPKUB berpendapat bahwa :

1. Ceramah Ustad Abdul Somad (UAS) dalam bentuk video yang viral belakangan ini tentang patung dan salib Yesus Kristus sebagai “JIN KAFIR” adalah pandangan UAS pribadi dan bukan umat muslim seluruhnya tidak perlu ditakuti.

2. Bahwa ceramah bagi jamaah dan pengikutnya dengan menyinggung simbol umat kristiani dengan mimic melecehkan adalah bentuk ceramah yang mendzolimi umat Kristiani.

3. Bahwa sebagai pemimpin umat, UAS telah memupuk virus kebencian antar umat beragama

4. Bahwa sebagai Ustad, ceramah UAS tidak mencerminkan kesejukan dan kedamaian sebaliknya memupuk rasa kebencian antara umat beragama di Indonesia.

Oleh karena itu lewat pernyataan sikap tersebut, FPPKUB TTS mendesak Polri memproses secara hukum Ustad Abdul Somad sesuai laporan beberapa Ormas (PMKRI, GMKI,Forkoma dan Brigade Meo) ke Mabes Polri, Polda NTT,Polres Sikka.

Mendesak UAS meminta maaf secara terbuka di media massa baik media elektronik, online dan cetak, serta meminta TNI-POLRI tetap menjaga keamanan dan ketertiban terkhusus di wilayah TTS. Juga meminta semua Tokoh masyarakat,tokoh pemuda,tokoh agama tidak terprovokasi tapi tetap menjaga keamanan,terus memupuk toleransi antar umat beragama dan tidak memposting hal – hal yang berbau SARA di media sosial.(erik)

Berikan Komentar Anda.