Home Hukrim Siswa SD GMIT Boking Dianiaya, Ajukan Pindahpun Dihambat Oknum Guru

Siswa SD GMIT Boking Dianiaya, Ajukan Pindahpun Dihambat Oknum Guru

2162
0
SHARE

Yulce Bia, siswa SD korban penganiayaan oleh okum guru bersama ayahnya Anderias Bia/ foto Erik

Soe, terasntt.com — Yulce Bia (12) siswa kelas IV SD GMIT Boking, Kabupaten TTS dianiaya oknum guru bernama Theresia Nabunome. Bukan hanya itu ketika korban dan orangtuanya memohon untuk pindah ke sekolah lain juga dipersulit oknum guru ini.

Demikian disampaikan ayah korban, Anderias Bia kepada terasntt.com di Soe, Senin (14/10/2019) pagi.

Ia mengisahkan, bahwa pihak sekolah mewajibkan siswa memakai rompi motif adat derah yang sama (seragam) dan itu diumumkan tanggal 26/8/2019, namun anaknya belum bisa mengenakan rompi itu karena masih sementara dijahit akan tetapi oknum guru tidak mengindahkan alasan itu dan langsung menganiaya anaknya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa korban dianiaya bersama dengan beberapa temannya, tanggal 11/9/2019 karena belum memakai rompi. Tetapi anaknya paling berat dianiaya hingga ada bekas pukulan di belakang lalu ia menangis hingga takut dan tidak mau ke sekolah.

Atas kejadian tersebut, sore harinya Anderias bersama istrinya mendatangi oknum guru dengan tujuan pendekatan secara adat sekaligus minta maaf dan memberitahukan bahwa rompi anaknya sedang dijahit.

Namun mendengar tujuan kedua orangtua tersebut, Thersia Nabunome langsung naik pitam dan marah – marah sambil mengatakan bahwa Yulce tidak usah sekolah lagi, bahkan menyebut mereka datang dengan niat jahat.

” Kami datang secara adat dengan tujuan minta maaf sekaligus jelaskan bahwa rompi Yulce sedang dijahit tapi justru dia (Thersia Nabunome ) marah – marah,” ujar Anderias.

Keesokan harinya, Anderias yang juga guru SD ini menghadap ke sekolah, namun oknum guru tersebut kembali marah dan mengatakan tidak menghargainya yang disaksikan Komite Sekolah.

Sejak saat itu tanggal 13 September 2019 anaknya datang sekolah tapi tidak diperkenankan masuk kelas untuk mengikuti pelajaran.

Melihat anaknya tidak ikut kegiatan belajar ia pun membawa ke sekolahnya SD Inpres Oekaem untuk belajar karena sebentar lagi ujian sekolah.

” Saya prihatin karena anak saya sudah tidak ikut belajar hampir satu bulan sehingga saya coba minta surat pindah dan Raport namun tidak diberikan. Dia (Thersia Nabunome) tidak mau kasih dan mengatakan silahkan lapor sampai Presiden sekalipun ia tidak akan berikan surat pindah,” ujar Anderias Kesal.

Ia sangat menyayangkan sikap guru yang bertindak seperti itu karena sangat merugikan dan menghambat masa depan anaknya.(sys)

Berikan Komentar Anda.