Home Profil Situasi Natal Bagi Orang Tak Berdaya (Refleksi Natal 2019)

Situasi Natal Bagi Orang Tak Berdaya (Refleksi Natal 2019)

73
0
SHARE

Oleh : Baunsele Albert
Guru SMA Negeri 1 SoE

SITUASI Natal di wilayah DKI Jakarta amat menyentuh nurani. Pengalaman merayakan Natal di tengah puing – puing akibat banjir merupakan kontradiksi melawan arti Natal itu sendiri. Perayaan Natal merupakan ungkapan kegembiraan karena” Allah sumber pengharapan dunia” (Yeremia 14:22) menjadi nyata dalam diri Yesus Kristus, juru Selamat.

Christus Natus Est Nobis, Kristus lahir untuk kita. Warta gembira, pesan damai, dan hukum cinta yang dibawa-Nya untuk dua millennia yang lalu belum juga berbuah melimpah seperti diharapkan. Betapa masih banyak “kisah Natal” di wilayah DKI JAKARTA yang ada di tempat lain. Bekasi dan Tangerang paling mirip karena situasi dan alasannya.

Banjir menjadikan rumah warga sebagai kolam renang, sekolah, tempat ibadah tak banyak tersisa. Sekian berat dan banyak derita yang harus ditanggung akibat banjir yang tak bisa dimengerti akal budi dan belum bisa diatasi kecanggihan tekhnologi. Banjir juga melanda berbagai daerah, seperti di Surabaya dan masih banyak yang tak dapat penulis sebutkan disini. Bencana ini langsung atau tidak langsung berkaitan dengan ulah manusia. Pengelolaan sampah yang tak teratur, pengelolaan selokan air, sungai disertai curah hujan tinggi, menjadikan bencana banjir tak terelakkan lagi.

Penderitaan dan kemalangan yang diakibatkan bencana alam maupun ulah bengis sesama berakibat amat luas. Munculnya pengungsian yang menimbulkan pelbagai masalah: rutinitas kerja terganggu, penyakit merajalela, pendidikan terhenti, dan lain-lain. Rusaknya pelbgai fasilitas juga menghambat perkembangan yang selama ini telah tercapai.

Berikan Komentar Anda.