Home Ekbis Tahun 2017, UMP NTT Naik Rp 100 ribu

Tahun 2017, UMP NTT Naik Rp 100 ribu

1493
0
SHARE
Foto : Ilustrasi

KUPANG, Terasntt.com — Terhitung Januari 2017, Upah Minimum Pekerja (UMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) naik Rp 100.000 menjadi Rp 1.525.000. Sebelumnya UMP 2016 sebesar Rp 1.425.000.

UMP 2017 telah ditetapkan dengan Keputusan Gubernur NTT Nomor : 347/KEP/HK, tanggal 31 Oktober 2016.

Kebijakan tentang pengupahan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, bahwa upah merupakan komponen sangat penting dalam pelaksanaan hubungan kerja karena mempunyai peranan strategis dalam pelaksanaan hubungan industrial.

Upah diterima pekerja atau buruh atas imbalan jasa kerja yang dilakukannya, sehingga upah diterima harus sebanding dengan kontribusi pekerja atau buruh dalam produksi barang atau jasa tertentu.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Nakertrans Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bruno Kupok, dalam jumpa pers, di ruang rapat dinas setempat, Selasa (8/11/2016).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Dewan Pengupahan Provinsi. NTT, Ketua DPD Apindo NTT, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja NTT serta Ketua Konfederasi Serikat Buruh NTT.

” Kebijakan upah minimum ini diarahkan untuk pencapaian penghasilan yang memenuhi kebutuhan hidup layak bagi pekerja atau buruh dan juga keluarganya secara wajar,” kata Bruno.

Menurutnya, besaran upah minimum Provisnsi NTT Tahun 2017 ini ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, dengan memperhatikan berbagai kondisi dalam hubungan industrial, yakni, Adanya kebijakan pemerintah tentang Tax Amnesti bagi pengusaha, Adanya beban biaya tambahab yang harus ditanggung oleh pengusaha untuk perlindungan kepada tenaga kerja melalui program BPJS Ketenaga kerjaan dan BPJS Kesehatan, Kondisi dan Kemampuan perusahan yang ada di Provinsi NTT membutuhkan dukungan untuk semakin bertumbuh sehingga meningkat produktivitasnya dan penyerapan tenaga kerja dan Kondisi ekonomi baik nasional maupun daerah belum mengalami pertumbuhan sebagaimana diharapkan.

Bruno mengharapkan kepada seluruh pengusaha atau pemberi kerja yang menjalankan usahanya di wilayah Nusa Tenggara Timur dengan memperkerjakan pekerja atau buruh untuk wajib melaksanakan upah minimum Propinsi yang ditetapkan.

” Pada kesempatan ini saya mengharapkan kepada semua pihak sebagai mitra kerja di dalam hubungan industrial baik Assosiasi Pengusaha dan Konfederasi serikat pekerja atau buruh, marilah kita sama-sama melakukan monitor dan mendorong kepada setiap pengusaha yang memperkerjakan pekerja atau buruh untuk melaksanakan Upah Minimum Provinsi yang sudah ditetapkan ini. Dengan melaksanakan Upah minimum ini, maka akan mewujudkan suatu hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan di Provinsi NTT ini,” ujarnya.(raf)

Berikan Komentar Anda.