Tak Terima Dipolisikan, Anggota DPRD NTT Lapor Balik

Tak Terima Dipolisikan, Anggota DPRD NTT Lapor Balik

485
0
SHARE
Foto/ thomas duran -- Anggota DPRD NTT, Novianto Umbu Pati Lende memperlihatkan bukti transfer uang kepada Daniel Dandar

KUPANG, Terasntt.com — Salah satu anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), DPRD NTT Novianto Umbu Pati Lende dilaporkan Daniel Umbu Dandar ke Polres Kupang dengan tuduhan penggelapan Mobil. Merasa tidak benar Novianto siap melapor balik dengan pasal pencemaran nama baik.

” Saya akan melapor balik Daniel Dandar karena mencemarkan nama baik saya. Saya ini korban kebohongan Daniel,” kata Novianti kepada wartawan di Kupang, Senin (31/7/2017).

Awalnya kisah Novianto, Daniel yang tidak lain adalah adik dari bapak mantunya menitipkan mobil Fortuner dengan Nomor Polisis DD 2071 V kepadanya di Kupang. Beberapa waktu kemudian Daniel mendatanginya dan meminta agar mobil tersebut dibeli Novianto dengan harga Rp 200 juta.

” Saya bilang kepada Daniel, saya tidak punya uang,” kata Novianto.

Karena Daniel terus memohon akhirnya ia mau membeli dan mentransfer uang dari tiga bank berbeda senilai Rp 100 juta lebih.

” Sebenarnya uang yang saya berikan kepada dia itu sudah mencapai Rp 200 juta tetapi yang ada bukti transfer hanya Rp 100 juta lebih saja. Saya akan lapor balik sengan membawa semua bukti transfer yang ada,” katanya.

Sebelumnya, lanjut Novianto bulan Februari 2017 lalu, Daniel ke Kupang membawa serta BPKB dan STNK mobil tersebut lalu memintanya untuk mengadaikan. Setelah dicek ternyata surat kendaraan tersebut sudah mati selama tiga tahun dan harus membayar Rp 21 juta.

” Saya tidak berkeinginan membeli mobil itu tetapi dipaksa. Karena ia juga adalah bapak mantu saya terpaksa saya terima. Tetapi sekarang saya akan mengembalikan mobil itu dan meminta kembali uang yang saya sudah transfer. Bukti transfer lengkap,” tegasnya.

Sebelumnya, lanjut Novianto Daniel pernah meminta adiknya mengambil mobil tersebut dan membawanya ke Sumba.

” Saat saya tengah bertugas ke Sumba, dia menyuruh adiknya ke rumah saya di BTN Kolhua dan meminta mobil itu dengan alasan pinjam untuk keperluan di Kupang, tau – taunya mobil itu mau dilarikan ke Sumba. Ketika tiba di Pelabuhan Feri Bolok, petugas meminta surat – surat mobil itu tenyata tidak ada. Petugas lalu menelepon saya dan mengatakan, Pak Yanto mobil yang sering bapak gunakan itu mau diseberangkan ke Sumba tapi tanpa surat – surat. Mendengar itu saya minta petugas menahan mobil itu,” tegasnya.

Setelah mobil itu ditahan, kata Novianto, Daniel membuat laporan ke Polres Kupang dengan tuduhan penggelapan mobil.

” Saya kaget ketika mendapat panggilan dari Polres Kupang. Saya kesana dan kami sepakat untuk diselesaikan secara kekeluargaan. E… tiba – tiba dia memberikan pernyataan kepada media, bahwa saya menggelapkan mobil sehingga dipolisikannya. Ini tidak ada kompromi lagi dan saya segera berkoordinasi dengan pengacara untuk melapor balik,” tegasnya.(mas)

Berikan Komentar Anda.