Home Humaniora Tanggung Jawab Iman Dalam Menjaga Lingkungan Yang Bersih

Tanggung Jawab Iman Dalam Menjaga Lingkungan Yang Bersih

152
0
SHARE

Oleh : Yanze Naat S .Th. M. Si

Soe, terasntt. com — Ketika membaca tema ini, teringat kalimat bijak yang mengatakan “lengkapilah iman mu dengan cara menjaga kebersihan” kalimat ini menunjukan bahwa kebersihan dan iman itu memiliki keterkaitan, yang sederhananya dapat dikatakan bahwa menjaga kebersihan itu adalah wujud orang beriman mengapa demikian? Karena orang yang bersih dalam memelihari hidup dan lingkungan, ia menunjukan bahwa Ia mengasihi Allah dan orang yang mengasihi Allah adalah orang beriman, ia tidak melihat Allah secara nyata namun ia menemukan Allah dalam karya ciptaan Allah oleh karena itu ia menjaga dan merawat, Ibrani 11;1 mengatakan iman artinya, tidak melihat namun percaya.

Lingkungan yang bersih tentu akan berefek baik bagi yang ada dalam lingkungan tersebut, sebaliknya jika lingkungan itu kotor, akan menimbulkan efek tidak baik bagi yang tinggal di dalamnya, dan Efek itu menyangkut dengan kesehatan.

Sehingga ketika kita disuruh memilih antara yang bersih dan kotor entah berkaitan dengan apa pun, baik itu lingkungan, pakaian, penampilan dan lain sebagainya, tentu kita akan memilih yang bersih. Sebab hidup  bersih itu Sehat, dan kesehatan berpengaruh pada jasmani dan rohani.

Berbicara tentang lingkungan hidup yang bersih, Alkitab pun mengambarkan akan hal ini pada Zaman Perjanjian Lama, dapat kita lihat dalam bacaan kita saat ini.

Kitab Imamat yang kita baca ini, memuat sejumlah hukum dan peraturan agar Bangsa Israel setia dan taat kepada Allah. Salah satu di antaranya ialah bagaimana Bangsa Israel khususnya para imam memiliki peranan yang akif dalam menjaga kebersihan lingkungan di mana mereka berada.

Penulis kitab Imamat dalam cerita ini memperlihatkan kepada kita, bahwa ada hubungan antara kebersihan lingkungan dengan penyakit kusta. Penyakit kusta disebabkan karena bakteri, dan kalau lingkungan hidup tidak bersih, otomatis bakteri pun berkembang biak dan merajalela, selain itu rumah yang adalah tempat manusia hidup di dalamnya jika tidak bersih tentu akan memiliki pengaruh yang besar bagi kesehatan manusia yang tinggal di dalamnya.

Selanjutnya, tangung jawab Iman dalam hal kebersihan sangat penting, sebab untuk ada dalam ibadah kepada Allah, umat diwajibkan menjaga kekudusan mereka baik itu roh dan juga tubuh mereka, dan yang mempunyai andil untuk mengigatkan dan melihat supaya aturan ini dapat berjalan dengan baik adalah para imam. Sebab bagaimana seorang dapat menyembah Allah dengan baik, jikalau tubuh dan rohnya sakit?

Berkaitan dengan perenungan firman Tuhan ini ada 3 hal yang dapat dijadikan reflaksi, pertama: Penyakit yang diderita manusia kadang dipakai Allah sebagai alat untuk menyadarkan manusia tentang pentingnya hidup bersih.

Ada berbagai macam factor seseorang mengalami penyakit. salah satu di antaranya ialah karena pola hidup yang tidak sehat, dan resikonya harus ditanggung oleh manusia karena ulah manusia itu sendiri. Contoh:  “suka minum-minuman keras, nanti su kena lever baru bilang orang yang buat, atau mengunakan obat-obatan terlarang. obat-obat itu berefek pada dua kemungkinan, 1) over dosis dan meninggal, 2) hidup tapi tidak waras, sebab pengaruh obat-obatan itu merusak saraf otak.

Kalau keadaan demikian yang terjadi mulai ada paham “ini ada kesalahan yang katong buat dengan leluhur dong karena itu musti pi kampong tua ko naketi”  atau “Hidup dilingkungan yang penuh sampah, nanti su sakit baru bilang, Tuhan son sayang”.  Kalau manusia tidak memakai gaya hidup sehat, dan ia mengalami penyakit, maka harus cepat sadar bahwa Tuhan ijinkan penyakit itu supaya kita merubah cara hidup selama ini dari yang tidak bersih menjadi bersih.

KEDUA: Setiap orang harus menjadi imam untuk dirinya sendiri. Artinya harus bertanggung jawab terhadap diri sendiri, dengan cara mengingatkan bahwa lingkungan yang tidak bersih akan mendatangkan penyakit, menyadarkan diri sendiri bahwa gaya hidup tidak sehat, tentu akan merugikan diri sendiri. Jika masing-masing kita mampu menjadi imam untuk diri sendiri maka kedisiplinan dalam hidup bersih dan sehat akan terus terlaksana dengan baik.

KETIGA: Kembali pada tema bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab iman. Dua kata kunci yang ada pada tema ini yaitu: Iman dan bersih,  seseorang yang bersih secara jasmani dan rohani tentu akan memiliki relasi yang baik dengan Allah. Relasi yang baik dengan Allah tercermin lewat rajin ibadah dan terlibat secara aktif dalam berbagai aspek yang membawa kebaikan bagi banyak orang, dan kalau tindakan ini dilakukan maka itu adalah wujud dari iman dan orang yang beriman secara rohani ia sehat. Tapi perlu disadari bahwa tidak semua orang yang sehat secara fisik dapat juga sehat secara roh,  banyak orang yang sehat tapi malas beribadah, banyak orang yang sehat tapi malas melakukan hal-hal berguna bagi lingkungan dimana ia ada, hal ini menunjukan bahwa ia sehat fisik tapi rohnya sakit. dan kalau antara jasmani dan rohani salah satunya saja yang sehat, dan yang satu tidak, maka sebenarnya adanya ketimpangan dalam hidup. Sebab sehat yang sejati adalah ketika tubuh dan roh kita sehat, dengan demikian kita dapat memuliakan Allah. akhirnya marilah kita sekalian bertanggung jawab dengan kebersihan lingkungan di mana kita hidup dan berada karena itu wujud dari iman.(*)

Berikan Komentar Anda.