Home Hukrim Target Penjarangan Jambu Mete Inkonsisten dengan RPJMD Kabupaten Flotim

Target Penjarangan Jambu Mete Inkonsisten dengan RPJMD Kabupaten Flotim

317
0
SHARE

Kupang, terasntt.com — Hasil analisis Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur terhadap dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Flores Timur, dokumen penganggaran dan dokumen Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) tahun 2018, menemukan adanya inkonsistensi pelaksanaannya dengan target dalam RPJMD. Anggota AMPERA Flores Timur, Leonardus Geko menyampaikan jal ini ketika mendatangi redaksi terasntt.com di Kupang, Rabu (11/09/2019).

” Hasil kegiatan penjarangan jambu mete yang dijelaskan oleh Wabup Agus Boli soal luas lahan (Ha), hal tersebut inkonsisten dengan target program peningkatan produksi tanaman perkebunan dalam RPJMD yakni jumlah produksi tanaman perkebunan (kg – ton),” ujar Leonardus

Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete merupakan salah satu turunan dari Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan pada Urusan Pilihan Pertanian, yang secara teknis dikelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur. Dalam RPJMD yang menjadi target adalah jumlah produksi perekebunan jambu mete, namun dalam ILPPD tahun 2018 memuat tentang perluasan pemangkasan dan penjarangan Jambu Mete seluas 808,75 Ha.

Produksi pertanian adalah hasil dari keseluruhan atau jumlah total lahan pertanian yang dipanen, sedangkan produktivitas pertanian adalah hasil persatuan atau satu lahan yang panen dari seluruh luas lahan yang dipanen.

” Kegiatan penjarangan Jambu Mete sebagai penjabaran dari program peningkatan produksi ya bukan produktivitas, semestinya menggambarkan  target peningkatan jumlah hasil produksi bukannya pada luas lahan. Hal ini mengkonfirmasi ketidakjelasan perencanaan Dinas Pertanian Flores Timur yang dipertontonkan pada rapat Gabungan Komisi DPRD tanggal 29 November 2017,” kritik Leonardus

Dalam Rancangan APBD 2018 program tersebut mengalami penyesuaian dari Rp. 1.734.310.850 menjadi Rp. 1.583.975.000. Untuk Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete  senilai Rp. 972.089.500 tidak mendapat persetujuan dalam Rapat Gabungan Komisi DPRD setempat oleh karena kesalahan perncanaan dari Dinas Pertanian.

” Pada tahap pembahasan anggaran Dinas Pertanian, untuk kegiatan penjarangan mete senilai Rp. 972 juta didrop  karena kesalahan perencanaan sebagaimana diakui oleh Kepala Dinas Pertanian Anton Wukak Sogen. Kemudian pada tahap penyerasian tingkat gabungan komisi, persetujuan bersama RAPBD 2018 dan Evaluasi Ranperda APBD ke Gubernur NTT, kegiatan tersebut tidak terakomodir dalam RAPBD tersebut,” katanya.

” Pada tanggal 22 Desember 2017, Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Ranperda APBD Tahun 2018, Badan Anggaran DPRD Kabupaten Flores Timur dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memasukan kembali Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete senilai Rp. 5.590.000.000 dalam APBD 2018,” lanjut Leonardus.(*/m45)

Berikan Komentar Anda.