TdF Dorong Pemerintah Pusat Benahi Infrastruktur

TdF Dorong Pemerintah Pusat Benahi Infrastruktur

187
0
SHARE
Footo : Istimewa

RUTENG, Terasntt.com — Event balap sepeda internasional Tour de Flores (TdF) berdampak pada pembangunan. TdF mendorong Pemerintah Pusat untuk membenahi infrastruktur di daerah.

Demikian kata Bupati Manggarai, Deno Kamelus pada malam Gala Diner bersama Peserta Event Tour de Flores 2017 di Ruteng, Selasa (18/7/2017).

Menurut Deno, infrastruktur jalan raya sepanjang lintasan yang dilalui pebalap TdF mulai dari ujung Timur hingga Barat Pulau Flores yang sebelumnya banyak lubang, kini sudah dibenahi. Dan semuanya menjadi mulus.

” Artinya dengan adanya TdF, pemerintah pusat juga berkolaborasi untuk memperbaiki infrastruktur yang ada di daerah ini. Sekarang kalau melintas di jalan Trans Flores sudah tidak ada jalan berlubang lagi,” ujarnya.

Ia menanggapi adanya pendapat yang mengatakan, bahwa event TdF tidak ada manfaatnya dan hanya menghabiskan banyak anggaran.

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal biasa di era demokrasi seperti saat ini.

” Karena itu saya mau katakan bahwa, jika anda berjalan di jalan raya dari Labuan Bajo ke Ruteng selanjutnya ke Borong maka anda akan melihat jalan aspal yang mulus, tidak lagi ada jalan berlubang. Ini adalah salah satu dampak langsung yang bisa dirasakan oleh masayarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, TdF merupakan salah satu event yang dirancang untuk mempromosikan sektor pariwisata. Selain itu, sebagai ajang bagi para pebalap untuk mendapat kesempatan berlomba dengan variasi situasi, arena dan kondisi alam yang berbeda. Tentu para pebalap akan mendapatkan manfaat pengalaman baru.

” Dalam konteks promosi pariwisata, tentu saja perhatian dunia akan tertuju ke Indonesia khususnya Flores. Tentu ini menjadi keuntungan tersendiri bagi NTT bisa dikenal luas di mata dunia internasional,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk pelaksanaan TdF di tahun kedua ini, Manggarai menampilkan sesuatu yang berbeda dari tahun sebelumnya, yakni melibatkan semua elemen masyarakat saat penambutan.

” Dan itu dapat dilihat ketika para pembalap memasuki Kota Ruteng disambut dengan tarian Ndundundake secara masal hingga 1500 penari. Tahun lalu tidak ada. Hanya disambut dengan tarian caci saja,” katanya.

Hal ini lanjutnya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa masyarakat Manggarai sangat antusias, bangga dan bergembira menyambut para pebalap TdF. Dan ini merpukan salah satu bukti konkrit keterlibatan masyarakat yang mempersiapkan diri untuk menghadiri tarian masal tersebut.

” Mereka mempersiapkan diri dengan sukarela untuk berlatih dan sama sekali tidak ada biayanya atau dibayar, mereka tidak dikasih apa-apa, tapi betul-betul mereka punya rasa antusiasme, gembira dan senang untuk melibatkan diri dalam kegiatan ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, hal itu sekaligus ingin menunjukkan kepada dunia bahwa masyarakat Manggarai adalah masyarakat yang bersahabat, masyarakat yang selalu terbuka dan menerima tamu yang datang ke daerah itu, masyarakat yang senang dan siap menerima tamu.

Deno juga berharap TdF tahun 2018 dapat kembali diselenggarakan. Karena banyak manfaat yang bisa didapatkan dari event tersebut. Walau demikian dia menyerahkan sepenuhnya Pemerintah Provinsi sesuai pertimbangan-pertimbabangan dari panitia penyelenggara, event organiser dan pemerintah se-daratan Flores.(mas)

Berikan Komentar Anda.