Teras Mantan Kepsek SMPN 12 Kota, Hambat Homix Jalan Kelurahan

Teras Mantan Kepsek SMPN 12 Kota, Hambat Homix Jalan Kelurahan

692
0
SHARE
Foto : Thomas Duran

KUPANG, Terasntt.com — Proyek Hotmix jalan di RT 10/ RW 5, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang mengalami hambatan. Bangunan teras rumah mantan Kepala Sekolah SMPN 12 Kupang, Gabriel Geka Raya masuk hingga badan jalan.

” Kami sudah berusaha menemui pak Gabriel dan istrinya sebelum jalan ini di hotmix tadi. Dia dan istrinya keberatan untuk membongkar dengan alasan bangunan itu masuk ke badan jalan hanya 10 cm dan tidak mempengaruhi arus lalulintas. Tadi istrinya menyuruh kami untuk membongkar sendiri tetapi dia tidak bertanggungjawab. Kami juga tidak berani karena takut bermasalah. Kami juga sudah komunikasikan dengan Lurah Kelapa Lima dan beliau berjanji besok akan datang bersama Pol PP untuk menyelesaikan,” kata ketua RT 10, Daud Pandie di RT setempat, Selasa (12/9/2017) petang.

Demikian juga ketua RW 5, Aloysius Suluh menegaskan, pihaknya sudah menegur yang bersangkutan karena membangun teras hingga badan jalan.

Menurutnyan ruas jalan tersebut sudah dipatok lebarnya dan dibangun sejak Tahun 1980 an oleh masyarakat setempat dan dia datang belakangan langsung membangun rumah, bahkan teras serta pagar hingga ke badan jalan.

” Saat itu kami dari RT dan RW sudah menegur tetapi dia terus membangun akhirnya menghambat pembnagunan umum seperti saat ini. Kami sudah melakukan pendekatan tapi alasannya tidak jelas dan menyatakan, jika mau bongkar – bongkar tapi dia tidak bertanggungjawab. Saya mau kalau mau bongkar dia selaku pemilik bongkar duluan baru kita masyarakat lanjutkan,” tegasnya.

Menurutnya kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kelurahan dan terus diproses karena menghambat kepentingan umum.

” Kalau tiba – tiba ada kebakaran pemadam tidak bisa masuk jika kondisi jalannya seperti begini. Kami sudah laporkan ke lurah untuk ditindaklanjuti. Ini aset negara dan untuk kepentingan umum apapun harus diluruskan, jadi selisihnya sedikitpun tidak bisa. Ibu lurah berjanji akan datang besok untuk menyelesaikan. Kami juga berharap pihak Tata Kota meninjau kembali IMB nya apa luas bangunan sesuai dengan yang ada atau tidak. Karena masyarakat lain bisa saja melakukan hal yang sama jika dibiarkan,” tegas Suluh.(mas)

Berikan Komentar Anda.