Home Ekbis Terkait FCB, Kasat Pol PP mengaku Sudah Berikan Teguran

Terkait FCB, Kasat Pol PP mengaku Sudah Berikan Teguran

496
0
SHARE

Kupang, Terasntt.com – Terkait pembangunan rumah makan Fried Chiken Brotus (FCB), di jalan WJ Lalamentik yang disanyalir tanpa IMB dan menyalahi Perda tata ruang, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Kupang, Thomas Dagang mengaku sudah memberikan teguran.

“Ya, saya sudah memberikan teguran, dan sekarang mereka masih berurusan dengan PUPR,” kata Thomas Dagang di ruang kerjanya, Selasa, (6/3/2017).

Dijelaskannnya, pihaknya masih menunggu proses lanjutan dari Dinas PUPR untuk melakukan penertiban.

“Kalau mau dibilang penertiban harus dari dinas teknis (PUPR), karena mereka yang merekomendasikan, sehingga Dinas Perizinan mengeluarkan IMB,” sebutnya.

Dikatakan Dagang, pihaknya akan bertindak tegas, apabila FCB mengabaikan semua aturan yang berlaku.

“Hanya sekarang kan mereka masih proses, kita kasih waktu, apabila terus diabaikan kita akan tindak tegas,” ujarnya.

Sebelumnya, Aggota DPRD Kota Kupang, Adrianus Tali mengsinyalir bangunan FCB itu disinyalir dibangun tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Selain disinyalir tanpa IMB, Bangunan tersebut juga dinilai telah menyalahi aturan yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Kupang nomor 12 tahun 2012 tentang Rencana Detai Tata Ruang (RDTR). Sebab dalam Perda, bangunan di sepanjang jalan protokol wajib berjarak 15 meter dari garis badan jalan.

Sementara, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Devy Loak saat dihubungi mengatakan, bahwa pembangunan Rumah Makan FCB sudah sesuai aturan.

“Pada prinsipnya sebuah bangunan harus terlebih dahulu memiliki izin sebelum membangun. Sementara rumah makan FCB, pembangunannya telah dilakukan mendahului izin,” sebutnya.

Devy membenarkan bahwa pihak FCB telah memulai pekerjaan pembangunan tanpa miliki IMB. Namun izin pembangunan rumah makan tersebut sementara dalam proses, dan tetap sesuai dengan standar Garis Sempadan Pagar (GSP) yang diambil dari As jalan. Sementara untuk Garis Sempadan Bangunan (GSB) juga telah diukur, dan dalam “Advice Planing” mencapai 15 meter dari As jalan.

Namun pernyataan Devi ini kemudian mendapat tanggapan balik keras dari Adrianus Talli, yang menyebut bahwa PUPR telah bermain mata dengan pengusahan.

Selain itu, Adi Talli juga meminta Devy Loak untuk tidak membuat pernyataan dengan argumentasi yang terkesan membodohi masyarakat.

Bahkan Adi Tally menilai, semua argumentasi yang disampaikan PUPR terkait FCB terkesan sebagai sebuah penyataan pembenaran diri untuk menutupi ketidakmampuan dalam mengawasi proses pembangunan. (raf)

Berikan Komentar Anda.