Terkait Imperial, Andre Wenzano CS – Samuel Luan Saling Lapor

Terkait Imperial, Andre Wenzano CS – Samuel Luan Saling Lapor

199
0
SHARE
Foto : Thomas Duran

KUPANG, Terasntt.com — Macetnya pembangunan perumahan PT. Imperial Timor Mansion di Kelurahan Namosain, Kota Kupang berujung di jalur hukum. Sembilan konsumen, Andre Wenzano CS dan Direktur Imperial Samuel Kristian Luan melapor karena masing – masing merasa dirugikan.

Andre Wenzano, Karyadi, Asrul, Ricko Unbanunaek, I Gusti Ketut Yasanegara, Ngurah Budiastika, Arwin Hardila Putra, Haryanto Buchari, dan Toni Wicaksono melaporkan Direktur Utama PT Imperial Timor Mansion, Samuel Kristian Luan di Polres Kupang Kota, Senin (7/8/2017).

Sementara Samuel Luan melalui kuasa hukumnya Sarjte Seubelan dan Maria S. Doko segera melapor balik Andre CS ke Polda NTT dengan tuduhan pemerasan.

Sebelumnya Kuasa hukum Andre CS, Hendriyanus Rudyanto Tonubessi mengatakan, kliennya sembilan orang merasa dirugikan dengan total uang sebesar Rp 3 miliar lebih.

“ Klien saya yang tertarik dengan promosi perumahan Imperial mansion membuat perjanjian dengan pihak Imperial Mansion dengan perjanjian bahwa dalam waktu setahun pihak imperial mansion sudah menyediakan rumah untuk klien saya,” ujar Rudy.

Namun, lanjut Rudi kurun waktu setahun berjalan pihak Imperial tidak memenuhi perjanjian itu.

“ Sementara semua klien saya ini telah membayar hampir 80 %. Ketika dijanjikan untuk dipenuhi dalam waktu-waktu berikuknya juga tidak kunjung terealisir,” kata Rudy.

Oleh karena itu, Rudy mengatakan, beberapa langkah telah ditempuh kliennya di antaranya melakukan pendekatan persuasif, dan terakhir kedua belah pihak pada 14 Mei 2016 sepakat membatalkan perjanjian tesebut dengan syarat pihak Imperial Mansion mengembalikan sejumlah uang yang telah dibayarkan kliennya.

“ Pak Samuel menyatakan bersedia mengembalikan seluruh uang setoran yang pernah dia terima dengan memberikan cek kosong selama lima bulan sejak 14 Mei sampai 14 Oktober 2016 dan apabila jatuh tempo cek itu tidak bisa dicairkan, Pak Samuel akan memberikan jaminan sertifikat. Ternyata cek itu tidak bisa dicairkan dan sampai sekarang setifikat hak guna bangunan juga masih atas nama Pak Samuel,” kata Rudy.

Sebelumnya, Rudy menambahkan pihaknya telah melakukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Kupang pada 29 Mei 2017 dengan nomor registrasi perkara 118/Pdt.G/2017/PN.Kpg.

“ Klien kami pada 9 November 2016 juga sudah melaporkan Samuel ke Polda NTT tetapi juga mentok,” kata Rudy

Pada tempat berbeda Direktur utama PT Imperial Timor Property, Samuel Kristian Luan mengakui persoalan itu dan menyatakan tetap bertanggungjawab dan mengikuti proses hukum terkait pelaporan dirinya di Polres Kupang Kota, Senin (7/8/2017) oleh pembeli perumahan Imperial Mansion Kupang.

“ Saya juga baru tahu kalau mereka melaporkan saya dan yang pasti kami sudah ada perjanjian khsusus untuk pengembalian uang tersebut. Dan saya ada jaminan sertifikat apabila saya tidak bisa mengembalikan uang tersebut,”kata Samuel.

Terkait cek kosong yang diberikan olehnya dan tidak bisa dicairkan para pelapor, Samuel membenarkan bahwa satu di antara isi perjanjian pada tanggal 14 Mei 2016 menyatakan bahwa apabila cek kosong tersebut tidak bisa dicairkan, samuel akan memberikan jaminan sertifikat.

“ Cek kosong itu saya sudah cover dengan sertifikat. Apabila cek tidak bisa dicairkan maka saya akan memberikan sertifikat sebagai jaminannya. Apabila sampai 14 oktober 2016 cek tidak bisa dicairkan mereka akan menghubungi saya supaya kita atur proses balik nama sertifikat itu atas nama mereka, tetapi mereka malah melaporkan saya ke Polisi,” kata Samuel.

Samuel menambahkan bahwa dirinya juga pernah mengembalikan sebagian uang kepada pelapor.

” Saya juga akan memberikan bukti-bukti bahwa saya pernah bayar mereka. Di antara mereka ada yang sudah saya kembalikan uangnya walaupun belum semuanya,” kata Samuel.

Ia membenarkan sebelumnya pelapor juga pernah melaporkannya di Polda NTT dan menggugatnya di Pengadilan Negeri Denpasar.

“ Sebelumnya mereka sudah laporkan saya di Polda NTT tapi tidak bisa dilanjutkan karena itu kasus perdata. Kemudian mereka juga sudah melaporkan saya di Pengadilan Negeri Denpasar dan sasat ini proses sidangnya sedang berjalan. Dan sekarang saya siap mepaolr balik mereka ke Polda karena ada upaya untuk menghancurkan nama baik saya juga usaha saya,” tegas Samuel.
(mas)

Berikan Komentar Anda.