Terkait Tuntutan Pemuda NTT Tentang Marianus Sae, Ini Tanggapan DPP PDIP

Terkait Tuntutan Pemuda NTT Tentang Marianus Sae, Ini Tanggapan DPP PDIP

356
0
SHARE
Foto : Istimewa

JAKARTA , Terasntt.com — Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bidang Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan, Bambang Dwi Hartono menanggapi tuntutan “Koalisi Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT)” terkait tuntutan untuk tidak mencalonkan Marianus Sae dalam pemilihan gubernur (Pilgub) di provinsi tersebut pada Pilkada 2018 mendatang.

Bambang berjanji, laporan kelompok yang terdiri dari Forum Pemuda Penggerak Keadilan dan Perdamaian (Formadda) NTT, AMAN Flobamora, Koalisi Masyarakat Ngada (Kommas Ngada) Jakarta dan Kompak NTT itu akan diproses secara internal dalam rapat pleno partai.

“Ini kan aspirasi warga yang harus didengar. Nanti, informasi ini saya sampaikan pada saat pembahasan tentang (Pilgub) NTT supaya pleno tau banyak informasi dari masyarakat,“ kata Bambang saat beraudiensi dengan koalisi tersebut di Gedung DPP PDIP Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis, 23 November 2017.

Lebih lanjut, kata Bambang, harapan untuk menghadirkan pemimpin terbaik di setiap daerah, terutama NTT bukan hanya dari warga tetapi juga dari partai sendiri. PDIP akunya, sangat demokratis untuk menentukan calon yang akan diusung.

“Selain survey, kita juga melakukan fit and proper test, phsyco test, termasuk menerima aspirasi dari bapak-bapak sekalian. Mekanisme keputusan, (saya ini ketua bidang pemenangan pemilu) disampaikan di pleno satu per satu daerah-daerah dalam proses pembahasan.”

“Dan, data fakta saya sampaikan secara terbuka. Dan biasanya PDI sangat demokratis. Di pleno terjadi perdebatan luar biasa. Ya satu membela si A dan yang satu lalgi membela itu. Biasa. Tapi, kami juga punya tradisi kalau itu sudah menjadi keputusan DPP, kita tertib,” ujarnya.

Namun, mantan Wakil Walikota Surabaya itu menjelaskan, walaupun partai selalu berusaha mencalonkan yang terbaik, tetap saja ada kekurangan.

“Tentu, harapan kami memilih yang terbaik. (Namun), belum tentu sepenuhnya baik. Karena bisa saja ketika proses phsyco test, fit and proper test, kita tidak mampun mampu mendeteksi apa-apa yang tidak nampak. Siapa yang tau hati seseorang, siapa yang tau pikiran seseorang,” ungkapnya.

“Tetapi, intrumen yang ada mencoba menampilkan pola seleksi yang sangat objektif,” lanjutnya.

Bambang berharap, PDIP akan mempertimbangkan masukan dari koalisi pemuda tersebut sehingga calon yang diusung tersebut dapat memberikan sumbangsih dalam pembangunan di provinsi yang terkenal sebagai salah satu provinsi termiskin tersebut.

“Muda-mudahan nanti yang disodorkan PDIP Perjuangan juga mempertimbangkan banyak hal, termasuk masukan bapak ibu sekalian. Karena asumsi kami, yang masuk yang baik-baik. Muda-mudahan, saringan kami juga bisa membedakan mana yang perlu disodorkan kepada masyarakat (untuk) dipilih.”

“Tentu kita berharap, kecepatan kemakmuran di sana, percepatan kemajuan di sana. Kita melihat problem-problem di daerah ini banyak yang masih menjadi PR (pekerjaan rumah-red) kita,” ujarnya.

Bambang juga menegaskan bahwa audiensi itu sifatnya bukan keputusan. Tetapi sebagai wadah untuk sharing informasi untuk Pilgub.

“Ini bukan forum memutuskan, saya sudah mencatat, nanti saya sampaikan di forum pleno,” katanya.(*/als)

Berikan Komentar Anda.