Home Pendidikan Tidak Bawa Uang Foto Copy, Siswa SD Dipukul Kepalanya Hingga Bengkak

Tidak Bawa Uang Foto Copy, Siswa SD Dipukul Kepalanya Hingga Bengkak

858
0
SHARE

Soe, terasntt.com — Tugas guru selain mengajar juga mendidik siswa, namun terkadang dianggap berlebihan dan tanpa alasan yang dibuat – buat sehingga seringkali membuat orangtua siswa kesal dan angkat bicara. Seperti yang dialami oleh Stefanus Benu (12 tahun) siswa kelas VI SD GMIT Oepliki, Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang dipukul wali kelasnya karena belum membawa uang sejumlah Rp 190.000 untuk foto copy beberapa mata pelajaran.

” Akibat pukulan tersebut kepala Stefen bengkak, bahkan sudah dua hari tidak sekolah karena takut,” kata ayah siswa,Lambertus Benu ketika ditemui di rumahnya Desa Oepliki, Senin (29/7/2019).

Menurutnya kasus tersebut terjadi sudah satu minggu, yakni siswa diharuskan mengumpulkan uangsebesar Rp 190.000 untuk foto copy beberapa mata pelajaran antara lain Matematika, Bahasa Indonesia, Agama.

Karena belum kumpul, anaknya dipukuli guru wali kelas hingga kepala bengkak akibatnya setiap hari harus kompres dan sudah dua hari Stefen tidak masuk sekolah karena takut dipukuli lagi,bahkan sang guru mengancam jika tidak kumpul uang tersebut, maka siswa bersangkutan akan diturunkan dari kelas VI ke kelas II.

” Saya memang belum punya uang karena sedang berusaha. Namun saya sangat menyesalkan dengan tindakan wali kelas yang main pukul dan membuat anak takut ke sekolah,” ujar Lambertus

Hal yang sama diungkapkan Yonathan Taneo salah satu orangtua siswa yang mengaku anaknya Yudit Taneo belum juga mengumpulkan uang foto copy sehingga ia sedang berusaha untuk memenuhi kebutuhan anak karena saat pulang sekolah anaknya itu menangis.

Mereka berharap hal tersebut bisa dibicarakan dengan baik jangan asal ancam dan pukul yang nantinya anak jadi terganggu dan takut untuk masuk sekolah.

Baik Stefen dan Yudit tidak bisa ditemui walau sudah dicari kemana-mana oleh orangtua namun informasi yang diperoleh dari kerabat terdekat, karena takut mereka bersembunyi di kebun dan sungai.

Media ini mencoba menemui oknum guru yang diketahui bernama Fardenan Neonane namun belum berhasil begitupun kepala sekolah.(sys)

Berikan Komentar Anda.