Home Politik Tiga Partai Tarik Diri dari Fraksi Gabungan DPRD Kota Kupang

Tiga Partai Tarik Diri dari Fraksi Gabungan DPRD Kota Kupang

61
0
SHARE

Kupang, Terasntt.com,- Fraksi gabungan  Hanura, P3, Berkarya dan PSI Bersatu di DPRD Kota Kupang, telah terbentuk  belum lama  di DPRD Kota Kupang alami  perpecahan.Perpecahan ini, dikarenakan  tiga partai yakni P3, Berkarya dan PSI  menarik diri dari koalisi fraksi gabungan tersebut.

Anggota DPRD Kota Kupang asal P3, Djainudin Lonek yang dikonfirmasi  pada  Kamis, (12 /9) kemarin mengatakan, mundurnya P3 keluar dari Fraksi Gabungan Hanura, Berkarya, P3 dan PSI Bersatu di DPRD Kota Kupang, dikarenakan pembahasan koalisi fraksi mengenai distribusi anggota fraksi pada AKD tidak menemui kata sepakat.

” Kami sebenarnya ingin diakomodir untuk masuk dalam  Banggar DPRD Kota Kupang. Namun keinginan itu tidak diakomodir, sehingga kami memilih keluar dari fraksi gabungan tersebut, karena kepentingannya tidak terakomodir,” katanya

Dia mengaku, meskipun P3  memilih keluar dari fraksi gabungan Hanura, Berkarya, P3 dan PSI Bersatu, namun P3 tidak mengajak partai lain seperti Berkarya dan PSI untuk keluar dari fraksi gabungan yang sebelumnya sudah terbentuk.

Hal ini, lanjutnya  P3 tetap ingin menjaga keharmonisan hubungan para anggota DPRD dan partai politik di lingkup DPRD Kota Kupang.

Sementara anggota DPRD Kota Kupang dari PSI, Jefta Sooai mengaku, PSI dipastikan mengikuti jejak dari anggota DPRD asal P3 yang  sudah keluar dari gabungan yang sebelum sudah terbentuk tersebut.

Menurut Jefta, alasan keluarnya PSI dari Koalisi tersebut karena tidak adanya kesepakatan menyangkut distribusi anggota fraksi di AKD.

” Koalisi itu terdiri dari empat partai yang masing-masing partai mempunyai kepentingan tersendiri. Namun dalam pembahasan distribusi AKD terkesan partai Hanura ingin menguasai  komposisi di AKD, dan partai lain ditinggalkan,” lanjutnya. Hal ini yang membuat PSI mengikuti jejak P3 untuk keluar dari farksi gabungan tersebut.

” Dengan keluarnya kami dari farksi gabungan ini sudah ada kesepakatan antara P3, PSI dan partai Berkarya untuk membentuk Fraksi Baru di DPRD Kota Kupang.

Dan untuk Partai Berkarua melalui Ketua DPD Partai Berkarya Kota Kupang, Habde Dami  yang dikonfirmasi guna memastikan apakah Partai Berkarya juga akan keluar dari fraksi ganbungan Hanura, Berkarya, P3 dan PSI Bersatu, mengatakan, keluarnya partai Berkarya dari Fraksi tersebut, karena partai Berkarya belum mendapat satu kepastian politik. Karena politik butuh satu kepastian dan tidak bisa sekedar omong, agar antara komitmen dan inplementasi dapat sejalan demi mewujudkan kepentingan bersama.

“Sebelumnya sudah ada komitmen bersama antara Partai Hanura dan Berkarya lewat Surat Perjanjian tentang pembentukan Fraksi antara Partai Hanura dan Berkarya. Namun karena di dalam perjalanan bergabung partai P3 dan PSI, menyebabkan komitmen awal antara Partai Hanura dan Berkarya menjadi gugur,”tuturnya.

Oleh karena itu, jelasnya keluarnya Partai Berkarya dari fraksi  ganungan Hanura, Berkarya, P3 dan PSI Bersatu, bukan karena mengikuti jejak langkah dari PSI atau P3, namun dinamika yang terjadi tidak sesuai dengan kontelasi komitmen politik pada empat partai politik tersebut. Untuk itu, Partai Berkarya memilih keluar dari koalisi fraksi gabungan tersebut.

Sementara terkait mundurnya tiga partai gabungan yakni  Partai Berkarya, PSI, dan P3 dari fraksi  gabungan Hanura, Berkarya, P3 dan PSI Bersatu tersebut  Ketua DPC Partai Hanura Kota Kupang, Melkianus Balle mengatakan, dirinya belum mendapat kabar pasti. Sebab seyogyanya, ketiga partai tersebut sebelumnya harus melakukan komunikasi bersama partai Hanura sebelum mengundurkan diri.

Menurut Balle, pembentukan fraksi gabungan Hanura, Berkarya, P3 dan PSI Bersatu, sudah di Paripurnakan dalam sidang. Sehingga, jika ada fraksi yang ingin keluar, harusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada Partai Hanura.

“Sampai saat ini dirinya belum mendapat pemberitahuan soal pengunduran ketiga partai tersebut. Untuk itu, selaku ketua DPC Hanura Kota Kupang, dirinya akan berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Daerah atau DPD Hanura NTT, untuk membicarakan soal sikap yang akan diambil nantinya.(Yon)

 

Berikan Komentar Anda.