Home Nasional Melki Laka Lena Sosialisasi 4 Pilar Bagi Kaum Milenial di Kupang

Melki Laka Lena Sosialisasi 4 Pilar Bagi Kaum Milenial di Kupang

13
0
SHARE

Melki Laka Lena saat sosialisasi 4 pilar kebangsaan/ foto istw

Kupang, terasntt.com — Anggota DPR / MPR Ri yang juga Wakil Ketua Komisi IX  dari Fraksi Partai Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena mensosialisasikan Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) bagi kaum milenial di Kota Kupang, Sabtu (30/11/2019). Kaum milenial harus punya tanggungjawab terkait 4 pilar kebangsaan tersebut.

Kegiatan yang melibatkan ratusan kaum milenial ini dibuka langsung Emanuel Melkiades Laka Lena yang juga ketua DPD Golkar NTT, dihadiri dua pemateri lain Rahmawati Saban (KOHATI Kota Kupang) dan Ningsih Bunga ( Kompak).

Dalam sambutannya Laka Lena mengatakan, alasan kegiatan tersebut dibuat di gedung Golkar NTT karena gedung itu adalah rumah bersama. Hal ini dimaksud agar masyarakat juga generasi masa kini bisa beradaptasi dengan partai politik.

Sementara dalam materinya, Laka Lena mengawali dengan meminta dua siswa SMAN 8 Kota Kupang (Rio dan Ivon) untuk menyampaikan pendapatnya terkait toleransi.

Dalam kesempatan tersebut, Rio mengatakan, bahwa di kelasnya di SMA Negeri 8 Kota Kupang ada beragam suku, namun tidak ada perbedaan antara suku yang satu dengan lainnya, semuanya hidup rukun setiap hari.

Menurutnya, dengan banyaknya campuran suku di dalam kelas, menuntut para siswa untuk bisa memahami karakter setiap suku. Selain itu dengan adanya perbedaan tersebut, sebagai siswa juga diharapkan bisa saling menghargai satu dengan yang lainnya.

Senada dengan rekannya, Ivon juga menceritakan terkait kondisi kelas dalam pengertian toleransi. Di mana banyak hal yang didapatkan ketika dalam pergaulan di kelas dan di sekolah tidak memilih teman, karena hal itu dapat memudahkan pelajar dalam setiap aktivitas di sekolah.

Melki Laka Lena pun memberikan alasan kenapa memulai pemaparannya dengan meminta pemikiran kaum muda khususnya para pelajar, karena milenial saat ini sangat berbeda dengan generasi lainnya. Karakter milenial terkoneksi langsung dengan teknologi, artinya dengan era teknologi yang sangat kuat ini, apakah kaum muda masih memahami 4 pilar kebangsaan dan tidak terjangkit penyakit radikalisme.

“ Kita punya ideologi Pancasila. Pola penanaman nilai-nilai Empat Pilar harus sesuai dengan kebutuhan milenial. Kelompok milenial suka dengan hal yang praktis dan sederhana. Cara yang tepat adalah sosialisasi bagi generasi muda milenial seperti ini secara terus menerus, agar pemahaman dini terkait empat pilar ini sudah ada dalam pemikiran kaum muda,”paparnya.

Selain itu juga Laka Lena meminta salah satu siswa untuk berdiri dan mengucapkan secara cepat dan tepat 5 sila dalam pancasila, karena menurut Melki pentingnya menghafal, memahami dan menindaklanjuti Pancasila, di nilai dan makna dari Pancasila itu sangat luar biasa pentingnya.

“Jangan pernah capek berpikir dan bertindak dalam mempraktekkan empat pilar kebangsaan ini, karena empat pilar ini akan kita pegang sebagai bangsa Indonesia sampai kita mati,”pungkas Melki.

Demikian juga disampaikan Korps HMI-WATI (KOHATI) Kota Kupang yang merupakan Perhimpunan Kader-Kader Perempuan Muslim Rahmawati Saban, dalam materinya mengatakan kaum milenial NTT harus mengedepankan toleransi yang baik karena Indonesia negara yang majemuk.

Menurutnya, dalam berbagai hal, manusia juga diciptakan dengan memiliki keberagaman yang berbeda antara satu sama lain. Selain itu sebagai ciptaan Tuhan manusia memiliki perbedaan seperti rasa emosional, sikap, dan cara pandang individu tersebut dalam sesuatu hal. Dengan beragamnya perbedaan tersebut, sebagai insan yang berperilaku dan moral yang baik harus mampu menciptakan sebuah keberagaman maupun pluralitas di dalam Indonesia itu sendiri.

“Masih banyak pekerjaan rumah terkait ketidakadilan bagi rakyat Indonesia, seperti diskriminasi terkait pendidikan dan kesehatan. Sebagai generasi milenial harus bisa menyikapi semua masalah ataupun dinamika yang terjadi saat ini dengan sebijak mungkin khususnya di media sosial,”ujar Rahmawati.

Hal yang sama disampaikan Ketua Bidang Organisasi Komunitas Pemuda Peace Maker (Kompak) Kupang Ningsih Bunga dalam pemaparannya menjelaskan tentang pandangan orang muda tentang 4 pilar kebangsaan.

Ningsih juga mengutip apa yang disampaikan Melkiades Laka Lena dalam sambutannya bahwa masyarakat harus menjadikan partai politik sebagai rumah bersama, artinya bahwa seharusnya 4 pilar kebangsaan ini sebagai tiang fondasi negara yang kuat. Kaum milenial harus punya tanggungjawab terkait 4 pilar kebangsaan tersebut.

Ditambahkannya, penannaman nilai-nilai toleransi dan menciptakan iklim toleran pada setiap generasi untuk selalu belajar dalam perbedaan, membangun rasa saling percaya, memelihara sikap saling pengertian, menjunjung tinggi sikap saling mengasihi sangatlah penting.

“Dalam mengimplementasikan nilai-nilai keberagamaan tersebut harus dilakukan terus menerus agar milenial memiliki paradigma pemahaman keberagamaan yang moderat,”ujarnya.

Ningsih berharap, semoga kegiatan ini dapat menjadi informasi, bahan pemikiran, pengetahuan, serta sumbangsih bagi para kaum muda agar terciptanya sebuah proses pembelajaran yang mampu menumbuhkan kesadaran dikalangan anak muda untuk hidup damai, penuh toleransi tanpa adanya konflik.

Usai pemaparan materi dilanjutkan dingan sesi tanya jawab antara anggota forum bersama para pemateri. Sosialisi 4 Pilar Kebangsaan ini diikuti ratusan peserta yakni siswa siswi SMA Negeri 8 Kota Kupang, mahasiswa ekstra kampus dan intra kampus serta kaum muda kota Kupang.(m45)

Berikan Komentar Anda.