Home Daerah Wali Kota Kupang Dukung Proyek Perubahan Para Peserta Diklat PIM III

Wali Kota Kupang Dukung Proyek Perubahan Para Peserta Diklat PIM III

68
0
SHARE

Kupang, Terasntt.com,- Wali Kota Kupang, Jafri Riwu Kore mendukung penuh proyek perubahan laboratorium kepimpinan yang dilakukan para peserta Diklat PIM III anggkatan 22 tahun 2019.

Dukungan orang nomor satu di Kota Kupang tersebut, pada saat para peserta Diklat PIM III menemuinya guna menyampaikan hasil hasil Diklat yang diikuti mereka diruang kerja Balai Kota Kupang, pada Rabu (10/4) kemarin.

“Saya sangat mendukung penuh akan  proyek perubahan laboratorium kepimpinam yang dilakukan oleh 10 peserta Diklat ,terutama soal sistim pelaporan dan pencatatan malaria secara akura secara online,” katanya

Oleh karena, Ia berharap sistim ini, sesegera mungkin untuk dapat berkoordinasi dengan pihak kesehatan di tingkat Puskesmas ini, guna  di tahun ini sudah dapat dilaksanakan.

Selain, Ia menambahkan dukungan ini tidak hanya sebatas dukungan, namun,akan disertai dengan dukungan  dana operasional yang dilakukan oleh peserta selama dua bulan .

“Saya akan mendukung dana operasional bagi mereka salam dibulan mulai dati tanggal 4 sampai 9 April 2019,” ujarnya.

Sementara itu salah satu peserta Diklat PIM III, Sri Wahyuningsi mengatakan proyek perubahan yang disampaikan kepada bapak walikota yakni salah satu berkaitan dengan proyek perubahan pencatatan dan pendataan malaria secara akurat dengan nama  Sistim Pelaporan Malaria atau disingkat “Si Pelari”.

” Proyek perubahan dengan nama “Si Pelari” adalah bagin dari mendukung  visi dan misi  pemerintah kota yakni menyehatkan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Sri yang saat menjabat sebagai Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Kupang, bahwa proyek perubahan  melalui “Si Pelari”  ini adalah bagian dari  memperoleh sertifikat eleminasi malari untuk masuk menuiúþeleminasi malaria .

“Secara persyaratan pada waktu pra eliminasi oleh tim dari Kemenkes pada 2018,  yakni secara tiga tahun berturut angka malaria rendah. Namun,
masih ada kekurangan pada pelaporan malaria yang akurat,” katanya

Sehingga, diharapkannya  melalui dukungan dari kepala daerah tersebut,  tentunya apa yang dicita-cintakanya pada 2020 ,Kota Kupang sudah bisa masuk sebagai kota eliminasi malaria .(Yon)

 

Berikan Komentar Anda.