Home Daerah Warga 5 Desa Kesulitan Air, Proyek Wainoret Bermasalah

Warga 5 Desa Kesulitan Air, Proyek Wainoret Bermasalah

436
0
SHARE

Adonara, terasntt.com — Kerinduan masyarakat Desa Horowura, Hoko Horowura, Lite, Kenotan dan Desa Lewopao, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timor tak kesampaian. Proyek perpipaan dari sumber air Wainoret yang dikerjakan keluarga orang nomor satu Flotim tahun 2017 senilai Rp 2 miliar lebih ini tidak selesai dan diduga bermasalah.

Melihat kondisi ini, pihak gereja merasa prihatin hingga menghadirkan kelima kepala desa bersama DPD dan tokoh masyarakat, tokoh adat serta tokoh pemuda di rumah pastoran Gereja St. Yosef Lite, Kamis (8/11/2018) petang untuk menyikapinya.

Pastor Paroki yang juga sebagai penanggung jawab proses pengadaan air bersih Rm. Nikolaus Lawe Saban, menegaskan, bahwa proyek perpipaan Wainoret menghambat semua pembangunan serta kebutuhan hidup masyarakat, bahwa membawa persoalan di tengah masyarakat.

” Sementara Air Wainkret belum tuntas pemerintah menghadirkan persoalan baru bagi masyarakat yang ingin membendung Waitahik untuk kepentingan masyarakat di kecamatan Ileboleng,” tegasnya sambil memberikan kesempatan kepada forum untuk mengambil sikap.

” Untuk itu kita fokus mengangkat kasus Wainoret yang menjadi harapan masyarakat kelima desa ini,” lanjut Niko.

Sesuai kesepakan awal, kata Niko jaringan pipa lama yang dibangun masyarakat bersama pihak gereja dari dana hibah Belanda tahun 2012 senilai Rp 400 juta tidak dibongkar. Namun saat pekaksanaan proyek perpipaan pemerintah tahun 2017 pihak kontraktor membongkar jaringan lama dan mengalihkan ke jaringan baru yang diduga bermasalah.

Demikian juga disampaikan, Nus Weran, Rosa Bunganaen, Fras Kasa, kepala Desa Hoko Horowura Gabriel Nama, Kade Lite Lukas Tura, Subang Pulo, Alex Pati Raran, bahwa proyek air Wainoret senilai Rp 2 miliar lebih ini bermasalah karena tidak diniknati masyarakat dan pembongkaran jaringan lama oleh pihak kontraktor.

” Saya minta agar kesepakatan awal bersama penerintah ketika sosialisasi proyek Wainoret disikapi karena air tidak pernah dinikmati Masyarakat,” tegas Gabriel.

Romo Niko kembali menegaskan, bahwa pemerintah lebih mengutamakan proses pemasangan sumber baru daripada menyelesaikan proyek Wainoret.

Sedangkan Frans Kasa meminta agar kasus tersebut segera dilaporkan kepada pihak kejaksaan untuk mengungkap kasusnya.

” Kita segera membawa kasus ini ke pihak kejaksaan. Jika dibiarkan maka masyarakat tetap menjadi gorban,” tegasnya diamini forum sekaligus menjadi kesepakatan bersama.(mas)

Berikan Komentar Anda.