Home Daerah Waspada DBD, Warga Kota Kupang Dihimbau Lakukan Gerakan 3 M

Waspada DBD, Warga Kota Kupang Dihimbau Lakukan Gerakan 3 M

385
0
SHARE

Terasntt.com,- Kota Kupang masuk dalam tingkat waspadaakan kasus DBD,untuk itu warga diminta untuk dapat melakukan gerakan 3 M plus  yakni kegiatan menutup, menguras, dan mengubur objek-objek yang mendukung siklus hidup nyamuk serta ditambah dengan menggunakan obat anti nyamuk dan memantau penyebaran jentik nyamuk.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr.Ari Wijana kepada wartawan diruangkerjanya, Jumat (11/1).

Ia mengaku, kasus DBD yang terjadi selama Januari 2019 tercatat oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang sebanyak 13 kasus.  Jumlah kasus ini sama dengan tahun sebelumnya di bulan januari,  sehingga Dinas Kesehatan masuk dalam tingkatan waspada.

“Kita melihat angka kasus DBD yang terjadi sepanjang Janauri 2019, maka dapat dikatakan masuk dalam tahapan waspada. Sehingga upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan yaitu dengan Pemberantasan Saran Nyamuk (PSN).

Ia mengaku , soal kewaspadaan DBD ini, pihaknya, sudah keluarkan surat imbauan kepada semua kepala Puskesmas dan pustu, untuk berkoordinasi dengan pihak kelurahan,  agar dapat menggerakan masyarakat untuk melakukan kegiatan pemberantasan saran nyamuk,” katanya.

Selain itu, lanjutnya dalam penanganan DBD masyarakat juga diimbau untuk mengambil abate di puskesmas dan pustu terdekat,  abate ini juga diambil secara gratis.

“Karena ada beberapa laporan bahwa ada pihak lain yang menjual abate ke rumah-rumah,  sehingga Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk langsung mengbil di puskesmas atau pustu terdekat saja,” ujarnya.

Ari mengaku,  dalam beberapa hari ini,  Dinas Kesehatan akan turun di Kelurahan Kayu Putih dan Nefonaek untuk melakukan fogging fokus.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P, yang ditemui secara terpisah saat dikonfirmasi soal upaya penanganan DBD dengan melakukan fogging mengatakan, pelaksanaan fogging fokus hanya bisa dilakukan setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi. Jika ditemukan ada tiga orang yang mengalami suhu badan panas, dan jentik nyamuk ditemukan 90 persen, barulah akan dikeluarkan rekomendasi untuk dilakukan fogging.

Pasalnya, Sri  fogging fokus hanya dapat membunuh nyamuk dewasa,  sementara untuk jentik nyamuk tidak bisa diberantas.

Karena pembunuhan jentik nyamuk hanya bisa dilakukan dengan pemberantasan saran nyamuk,  pola hidup bersih,  baik di lingkungan sekitar maupun di pekarangan rumah,  makanan bergizi agar meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan melakukan 3M.

“Dalam hal pemberantasan sarang nyamuk,  peran aktif masyarakat sangat diperlukan. Karena yang punya jentik nyamuk adalah masyarakat,  masyarakat yang dapat memantau semua sudut wilayahnya. Karena itu, kami terus imbau masyarakat untuk sadar akan pentingnya kebersihan untuk menjaga dan terhindar dari virus,” ujarnya. (Yon)

Berikan Komentar Anda.